Hasil Studi Sebut Ganja Dapat Cegah COVID-19
Kamis, 13 Januari 2022 - 00:41 WIB
loading...
A
A
A
Kedua senyawa tersebut merupakan prekursor CBG dan CBD, yang secara luas legal dan tersedia untuk konsumen. Minyak dan ekstrak ganja CBG dan CBD biasanya digunakan untuk mengobati kecemasan, gangguan tidur, epilepsi, dan berbagai penyakit lainnya.
Baca juga: Ganja Taliban Tarik Investasi Asing Rp6,5 Triliun
"CBGA dan CBDA bukanlah zat yang dikendalikan seperti THC, bahan psikoaktif dalam ganja, dan memiliki profil keamanan yang baik pada manusia," kata Richard van Breemen, seorang peneliti di Pusat Inovasi Hemp Global Oregon State seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (12/1/2022).
Van Breemen menambahkan bahwa senyawa ini dapat dikonsumsi secara oral, dan memiliki potensi untuk mencegah serta mengobati infeksi oleh virus Corona.
Van Breemen dan timnya menerbitkan penelitian mereka di Journal of Nature Products pada hari Selasa. Namun, mereka memiliki jalan panjang sebelum dokter mulai menulis resep minyak rami secara massal.
Sementara penelitian menemukan CBGA dan CBDA efektif melawan varian Alpha dan Beta dari virus Corona, penelitian itu dilakukan pada sel manusia di laboratorium, daripada subjek uji manusia yang sebenarnya.
Baca juga: Ganja Taliban Tarik Investasi Asing Rp6,5 Triliun
"CBGA dan CBDA bukanlah zat yang dikendalikan seperti THC, bahan psikoaktif dalam ganja, dan memiliki profil keamanan yang baik pada manusia," kata Richard van Breemen, seorang peneliti di Pusat Inovasi Hemp Global Oregon State seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (12/1/2022).
Van Breemen menambahkan bahwa senyawa ini dapat dikonsumsi secara oral, dan memiliki potensi untuk mencegah serta mengobati infeksi oleh virus Corona.
Van Breemen dan timnya menerbitkan penelitian mereka di Journal of Nature Products pada hari Selasa. Namun, mereka memiliki jalan panjang sebelum dokter mulai menulis resep minyak rami secara massal.
Sementara penelitian menemukan CBGA dan CBDA efektif melawan varian Alpha dan Beta dari virus Corona, penelitian itu dilakukan pada sel manusia di laboratorium, daripada subjek uji manusia yang sebenarnya.
Lihat Juga :