UE Tuding China Dalang 'Gelombang Besar' Disinformasi Covid-19

Rabu, 10 Juni 2020 - 19:24 WIB
loading...
A A A
“Apa yang juga kami saksikan adalah lonjakan narasi yang melemahkan demokrasi kita dan pada dasarnya tanggapan kita terhadap krisis, misalnya klaim ada laboratorium biologi rahasia AS di bekas republik Soviet telah disebarkan oleh outlet pro-Kremlin, serta pejabat dan media pemerintah China," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (10/6/2020).

"Saya sangat percaya bahwa UE yang secara geopolitik kuat hanya dapat terwujud jika kita tegas," cetus Jourova, menyinggung tujuan presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, agar badan tersebut memiliki pengaruh lebih besar di panggung dunia.

Sikap ini menandai perubahan nada dari laporan bulan Maret yang hanya menggambarkan narasi media China, sementara memfokuskan sorotan pada disinformasi dari sumber-sumber yang didukung Kremlin. Itu terjadi setelah anggota parlemen di parlemen Eropa menuduh komisi mempermudah laporan sebelumnya tentang disinformasi di bawah tekanan dari China - tuduhan yang ditolak oleh pejabat UE.

Negara-negara anggota UE sedang berurusan dengan China di berbagai bidang, dari kebijakan luar negeri dan keamanan, hingga ekonomi. Komisi UE menggambarkan China sebagai "saingan sistemik" dalam sebuah laporan tahun 2019 yang dilihat oleh banyak negara anggota sebagai tanda bagaimana UE berurusan dengan pemerintah yang semakin agresif di Beijing.

Komisi Eropa juga mengeluarkan teguran implisit kepada Donald Trump, karena mencatat efek berbahaya dari saran anehnya tentang menyuntikkan pemutih untuk mengobati virus Corona. Tanpa menyebut presiden AS, sebuah dokumen komisi menyatakan bahwa klaim palsu seperti itu bisa "sangat berbahaya", mencatat bahwa Pusat Kontrol Racun Belgia telah mencatat peningkatan 15% jumlah insiden terkait pemutih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved