China Ingin Rusia Bantu Usir Kekuatan Eksternal Keluar dari Asia Tengah

Rabu, 12 Januari 2022 - 13:50 WIB
loading...
China Ingin Rusia Bantu...
China Ingin Rusia Bantu Usir Kekuatan Eksternal Keluar dari Asia Tengah.
A A A
BEIJING - Moskow dan Beijing harus bekerjasama untuk melawan campur tangan eksternal di Asia Tengah. Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri China , Wang Yi, Selasa (11/1/2022), menyusul tuduhan bahwa warga negara asing terlibat dalam kerusuhan baru-baru ini di Kazakhstan .

Komentar Wang muncul setelah panggilan telepon dengan rekannya dari Rusia, Sergey Lavrov, di mana kedua menteri luar negeri membahas situasi di negara terbesar di Asia Tengah itu. Pekan lalu, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia mengirim pasukan penjaga perdamaian multinasional ke Kazakhstan.

Baca: Situasi Kazakhstan Stabil, Pasukan CSTO Segera Ditarik Mundur

Pengiriman pasukan dilakukan setelah protes damai yang awalnya mengenai harga bahan bakar berubah menjadi kekerasan. Baik China dan Rusia memiliki perbatasan darat dengan Kazakhstan, dan stabilitasnya dipandang penting untuk perdamaian di kawasan itu.

“Para pihak harus terus memperkuat koordinasi dan interaksi, menolak campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan internal negara-negara Asia Tengah, dan mencegah 'revolusi warna' dan 'tiga kekuatan jahat' (terorisme, ekstremisme, separatisme) dari menciptakan kekacauan,” jelas Wang, seperti dikutip dari Russia Today.

Diplomat top itu juga mengatakan bahwa Rusia dan China harus bekerja sama untuk membantu negara-negara Asia Tengah mengatasi pandemi Covid-19, serta membantu dalam pengembangan ekonomi mereka.

Baca: Presiden Kazakhstan Tunjuk Beberapa Menteri Penting di Pemerintahan Baru

Menyusul panggilan itu, sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa kedua menteri luar negeri itu “sepakat” dalam penilaian mereka tentang peristiwa di Kazakhstan.

"Mereka menekankan keprihatinan tentang campur tangan kekuatan eksternal, termasuk partisipasi tentara bayaran asing dalam serangan terhadap warga sipil dan aparat penegak hukum, penyitaan lembaga negara dan fasilitas lainnya," bunyi pernyataan resmi tersebut.



Demonstrasi dimulai awal pekan lalu di Kazakhstan ketika sekelompok besar pengunjuk rasa yang sebagian besar damai, turun ke jalan untuk memprotes penghapusan kontrol harga pada bahan bakar gas cair, bahan bakar yang banyak digunakan untuk menggerakkan mobil mereka.

Setelah beberapa hari, demonstrasi menjadi lebih keras, diduga diambil alih oleh penjahat yang turun ke jalan dengan senjata dan menyerang aparat penegak hukum. Pada hari Senin, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menjuluki demonstrasi tersebut sebagai “upaya kudeta” dan menyatakan bahwa ketertiban telah dipulihkan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
Rusia Bakal Bantu China...
Rusia Bakal Bantu China Pangkas Dominasi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved