Tembak Pria Palestina untuk Senang-senang, Polwan Israel Diadili

Rabu, 10 Juni 2020 - 16:02 WIB
loading...
Tembak Pria Palestina...
Seorang pria Palestina ditembak polisi wanita Israel untuk hiburan. Foto/Middle East Eye
A A A
YERUSALEM - Seorang polisi wanita (polwan) Israel yang menembak pria Palestina dari belakang untuk senang-senang diadili di Pengadilan Magistrate Yerusalem. Perwira tersebut dinyatakan bersalah atas tindakannya.

Polisi wanita berusia 20 tahun itu dinyatakan bersalah atas tuduhan penyerangan fisik, penggunaan senjata secara sembrono dan melakukan obstruksi pengadilan. Media Israel pernah melaporkan polisi itu telah dipecat karena tindakannya.

Insiden penembakan itu terjadi 2018. Polwan yang identitasnya tidak diungkap pengadilan menembak pria Palestina bernama Karam Al-Qawasmi, 23, di bagian belakang dengan peluru berujung spons di pos pemeriksaan Al-Zaeim. Lokasi penembakan berada di dekat permukiman ilegal Ma'ale Adumim di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Rekaman video pada Mei 2018 menunjukkan Al-Qawasmi jatuh ke tanah berteriak kesakitan, sedangkan pasukan pendudukan Israel tertawa dan bercanda. (Baca: Tembak Pria Palestina untuk Hiburan, Polwan Israel Dipecat )

Koran Haaretz melaporkan penangkapan polwan Israel itu tahun lalu. Pada persidangannya hari Senin lalu di Pengadilan Magistrate Yerusalem, Hakim Elad Persky mengatakan terdakwa menembak pria Palestina sebagai bentuk hiburan.

Pada tahun 2018, pengadilan mendengar kesaksian bahwa polisi wanita itu diduga menembak seorang warga Palestina yang tidak bersenjata di bagian belakang dengan peluru berujung spons tanpa alasan, yang membuat korban terluka parah.

"Terdakwa mengambil keuntungan dari perannya, status dan wewenangnya untuk memanggul senjata dan menginjak-injak martabat pengadu sambil mengeksploitasi kelemahannya, tetapi hanya untuk hiburan," kata pihak jaksa penuntut, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (10/6/2020).

Menurut jaksa, tindakan terdakwa telah merusak kepercayaan publik terhadap komunitas penegak hukum.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved