Tembak Pria Palestina untuk Hiburan, Polwan Israel Dipecat

Senin, 04 November 2019 - 12:03 WIB
Tembak Pria Palestina...
Tembak Pria Palestina untuk Hiburan, Polwan Israel Dipecat
A A A
TEPI BARAT - Polisi Israel memecat petugas wanita (polwan) yang menembak seorang pria Palestina di bagian belakang di sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat pada tahun lalu. Menurut hakim pengadilan Zionis, petugas menembak korban untuk hiburan.

Channel 13 menyiarkan video penembakan itu pada hari Sabtu malam. Dalam video tersebut, petugas wanita tersebut memberitahu seorang pria Palestina untuk kembali ke pos pemeriksaan Tepi Barat di pinggiran Yerusalem.

Ketika pria itu berjalan dengan mengangkat lengannya, petugas itu menembakkan peluru sponge-tipped, amunisi yang biasanya digunakan untuk mengendalikan kerumunan tetapi bisa mematikan jika digunakan pada jarak pendek. Pria itu langsung jatuh ke tanah, berteriak kesakitan.

Pada hari Minggu, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam Israel atas insiden itu. PLO mendesak PBB untuk bertindak. "Video itu menunjukkan tingkat kebencian buta dan rasisme Zionis," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Senin (4/11/2019).

Menurut laporan Haaretz, petugas wanita yang menembak pria itu telah dipecat dari kepolisian dan kembali ke militer untuk menyelesaikan layanan wajibnya.

Kementerian Kehakiman diperkirakan akan mengeluarkan dakwaan terhadap mantan polwan dan anggota lain dari unit tersebut dalam beberapa minggu ke depan.

"Segera setelah insiden itu diketahui, petugas polisi perbatasan wanita itu dipindahkan dari tugas," kata juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

"Polisi perbatasan lainnya yang ada di sana juga dipindahkan dan beberapa dari mereka dipindahkan dari posisi mereka," ujarnya.

Dalam laporan lainnya, Haaretz menuliskan bahwa pada sidang penahanan setelah penangkapannya Oktober lalu, hakim mengatakan polwan itu menembak korban sebagai bentuk hiburan.

Sekadar diketahui, Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967. Sebanyak 3 juta warga Palestina tinggal di wilayah itu, bersama lebih dari 400.000 warga Israel di pemukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Pos-pos pemeriksaan Israel sering kali menjadi titik kunci friksi antara pasukan Zionis dan warga Palestina.
(mas)
Berita Terkait
Kerugian Militer Israel...
Kerugian Militer Israel Meningkat, Netanyahu: Perang Akan Berlangsung Lama Tetapi...
Tidak Gabung Militer,...
Tidak Gabung Militer, Putra Netanyahu Daftar ke Layanan Ini
Pakar: Krisis Israel...
Pakar: Krisis Israel Bisa Sebabkan Kudeta Militer dan Pembentukan Negara Palestina
Profil Yair Netanyahu,...
Profil Yair Netanyahu, Anak Benjamin Netanyahu yang Kecam Tentara Israel dan Tolak Ikut Perang di Gaza
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Seret Zionis ke Jurang Kehancuran
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina Tidak Boleh Punya Hak Veto Atas Kesepakatan Arab-Israel
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
4 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
6 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
9 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved