Ganja Taliban Tarik Investasi Asing Rp6,5 Triliun
Sabtu, 08 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Zimmermann menepis kekhawatiran tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Taliban.
"Saya bekerja secara profesional, bukan ideologis, dengan menteri dalam negeri yang bertanggung jawab, dan saya mendukung mereka dengan proyek saya," ungkap dia.
Pengusaha itu juga mengklaim telah menerima ancaman dari perwakilan kartel narkoba Eropa yang tidak senang dengan rencananya. Menurut dia, rencana itu dapat memotong pangsa pasar mereka.
Meskipun dilarang sejak tahun 70-an, tanaman ganja adalah tanaman asli Afghanistan dan, setidaknya sampai pengambilalihan Taliban di musim panas.
Ganja biasa dikonsumsi warga di bagian terpencil Afghanistan.
"Saya bekerja secara profesional, bukan ideologis, dengan menteri dalam negeri yang bertanggung jawab, dan saya mendukung mereka dengan proyek saya," ungkap dia.
Pengusaha itu juga mengklaim telah menerima ancaman dari perwakilan kartel narkoba Eropa yang tidak senang dengan rencananya. Menurut dia, rencana itu dapat memotong pangsa pasar mereka.
Meskipun dilarang sejak tahun 70-an, tanaman ganja adalah tanaman asli Afghanistan dan, setidaknya sampai pengambilalihan Taliban di musim panas.
Ganja biasa dikonsumsi warga di bagian terpencil Afghanistan.
(sya)
Lihat Juga :