Laris Manis, Korut Sebut Ayah Kim Jong-un Pencipta Makanan Burrito

Kamis, 06 Januari 2022 - 00:01 WIB
loading...
Laris Manis, Korut Sebut...
Mendiang Kim Jong-il memakai kacamata hitam saat berkeliling dapur yang menyajikan burrito. Foto/Pen News
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) secara aneh mengklaim ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il, menciptakan burrito pada 2011. Lebih aneh lagi, meskipun negara itu dikabarkan kekurangan makanan, penjualan hidangan itu diklaim laris manis di Korut.

Juru bicara propaganda Korut mengatakan mendiang Kim Jong-il memimpikan hidangan Tex-Mex itu pada 2011, tak lama sebelum kematiannya akibat serangan jantung tiba-tiba.

Laris Manis, Korut Sebut Ayah Kim Jong-un Pencipta Makanan Burrito


Klaim liar tersebut mengikuti kisah propaganda yang sama-sama bodoh yang menuduh Kim Jong-il menemukan hidangan yang disebut "roti ganda dengan daging" yang luar biasa seperti hamburger.

Baca juga: Terungkap, Pembelot Korsel Pernah Membelot dari Korut

Burrito, di Korut, disebut "wheat wraps" atau “bungkus gandum”.

Baca juga: Korsel Terus Upayakan Kesepakatan Damai dengan Korut

Surat kabar Rodong Sinmun mengklaim putra Kim Jong-il, Kim Jong-un, mengikuti jejak ayahnya dengan "sangat tertarik" pada hidangan tersebut.

Baca juga: Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara

Dalam cuplikan berita televisi negara, warga Korea Utara terlihat melahap burrito di satu stand di luar Pabrik Makanan Kumsong di ibu kota Pyongyang.

Siaran televisi itu juga menunjukkan mural Kim Jong-il yang menyeringai di dapur tempat burrito sedang disiapkan.

Meski demikian, saat berita propaganda melukiskan gambaran tentang makanan jalanan yang berlimpah, mereka yang telah membelot dari negara tertutup itu bersikeras bahwa hidangan seperti itu hampir tidak ada di sana.

Hyun-seung Lee, yang lahir dalam keluarga elit Korea Utara tetapi melarikan diri dari negara itu pada 2014, mengatakan sebagian besar warga negaranya bahkan tidak bisa memimpikan makanan seperti itu.

“Mayoritas warga tidak punya uang untuk membeli makanan asing,” ungkap dia.

“Pada 1990-an, pecinta roti dan mentega disindir dan dikritik sebagai pengkhianat sosialis,” papar Hyun-seung Lee.

Dalam banyak kasus, tambahnya, tidak ada bahan untuk membuat ulang makanan asing.

"Saya belum pernah melihat burrito atau roti bungkus yang dijual di Korea Utara," ujar dia.

“Mungkin tidak ada restoran di mana Anda bisa makan burrito dan makanan dibungkus sampai sekarang,” papar dia.

Dia menambahkan, “Tingkat penetrasi makanan Barat di Korea Utara sangat rendah, karena hanya ada sedikit restoran tempat Anda bisa memakannya dan bahan makanannya tidak beragam.”

“Berbagai bahan masakan seperti susu, keju, dan bumbu-bumbu sama sekali kurang,” ungkap dia.

Beberapa perbedaan antara burrito Korea Utara dan sepupu Baratnya segera terlihat.

Misalnya, versi Pyongyang tampaknya menampilkan semacam daging doner, dengan campuran kol dan wortel.

“Kim Jong-il menyarankan wheat wraps paling baik ditemani dengan air mineral di musim panas dan teh panas di musim dingin,” ungkap laporan Rodong Sinmun.

Saat memerintah Korea Utara, Kim Jong-il juga mengklaim serbuk gergaji penuh dengan vitamin dan nutrisi.

Rowan Beard, pemandu dari Young Pioneer Tours yang mengkhususkan diri dalam mengatur perjalanan ke Korea Utara mengatakan dia belum pernah menemukan hidangan tersebut di Pyongyang.

Asal pasti dari burrito modern tidak jelas, namun, kata burrito muncul dalam kamus Meksiko tahun 1895, di mana itu digambarkan sebagai bahan makanan.

Jauh dari propaganda, krisis pangan tetap menjadi masalah besar bagi Korea Utara, dengan Kim Jong-un sendiri mengakui Juni lalu bahwa situasinya “tegang”.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved