Bantu Program Nuklir Pakistan, Mossad Bom Perusahaan Jerman dan Swiss

Selasa, 04 Januari 2022 - 10:43 WIB
loading...
Bantu Program Nuklir...
Rudal balistik berkemampuan nuklir Shaheen-III ditampilkan saat parade Hari Pakistan di Islamabad, 23 Maret 2016. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Bulan lalu, surat kabar Yahudi London, Jewish Chronicle, mengungkapkan Mossad Israel berada di balik serangkaian pemboman baru-baru ini dan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran.

Serangan Israel itu seolah-olah ditujukan untuk mencegah bom nuklir Iran, meskipun intelijen militer Zionis sendiri mengatakan Teheran tidak mencoba mengembangkan senjata nuklir.

Menurut laporan Sputnik pada Selasa (4/1/2022), kampanye spionase rahasia Mossad terhadap program nuklir Iran mungkin sebenarnya telah dimulai beberapa dekade yang lalu.

Baca juga: Rusia Komentari Pernyataan 5 Negara Soal Perang Nuklir

Menurut salah satu surat kabar Swiss, Neue Zurcher Zeitung (NZZ), Mossad juga membom perusahaan-perusahaan yang membantu upaya senjata nuklir Pakistan, karena khawatir mereka akan membantu program senjata nuklir Iran.

Baca juga: Lima Besar Kekuatan Nuklir Dunia Rilis Pernyataan Bersama, Ini Isinya

Laporan Neue Zurcher Zeitung (NZZ) Swiss edisi Sabtu mengklaim, "Dokumen baru yang sebelumnya tidak diketahui dari arsip di Bern dan Washington mengungkapkan bahwa serangkaian pemboman di Jerman dan Swiss pada awal 1980-an yang telah lama dikaitkan dengan Mossad sebenarnya memiliki hubungan yang lebih eksplisit dengan Iran yang sebelumnya diketahui.”

Baca juga: Calon Presiden: Prancis Harus Tinggalkan NATO dan Bermitra dengan Rusia

Korban pertama adalah Eduard German, direktur pelaksana CORA Engineering, yang rumahnya di Berne dibom pada 20 Februari 1981, meski dia selamat dari ledakan.

CORA telah memasok Pakistan dengan unit gasifikasi dan solidifikasi dua tahun sebelumnya, dan bersiap mengekspor rig lain.

Sasaran kedua adalah kantor Walischmiller Engineering di Markdorf, tempat satu bom meledak pada 18 Mei 1981.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Lepas dari China, Uni...
Lepas dari China, Uni Eropa Jadikan India Mitra Kunci Kolaborasi Teknologi
Survei: Opini Warga...
Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk
Rekomendasi
Qualcomm Umumkan Harga...
Qualcomm Umumkan Harga Smartphone Premium Akan Naik September Ini
KPK Kembali Tahan Tersangka...
KPK Kembali Tahan Tersangka Kasus Dana Hibah Jatim, Kali Ini Anggota DPRD Mahrus Ali
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved