Terungkap, Kapal Induk China Didekati Kapal Induk Jepang saat Latihan Perang
Sabtu, 01 Januari 2022 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Jet tempur Jepang kadang-kadang dikerahkan untuk merespons J-15 China yang terbang dari Liaoning. Rekaman video lainnya menunjukkan jet tempur F-15J Eagle Jepang mencegat J-15 China.
Sejauh ini, interaksi militer kedua negara tersebut tidak berbahaya dan berlangsung secara profesional.
Semua itu terjadi di tengah periode gesekan yang sangat tinggi antara otoritas China dan Jepang. Secara khusus, pemerintah di Jepang di bawah Perdana Menteri Fumio Kishida telah memutuskan untuk mengambil posisi yang jauh lebih blakblakan dalam mendukung pemerintah di Taiwan.
Para pejabat Jepang telah mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung respons militer pimpinan Amerika Serikat terhadap setiap intervensi China di pulau itu dan telah mengkritik perilaku pemaksaan Beijing terhadap pihak berwenang di Taipei.
Ini adalah perubahan besar dalam kebijakan Jepang yang telah menarik kemarahan pejabat di Beijing, yang memandang Taiwan sebagai provinsinya yang nakal. Kishida juga secara terbuka mengkritik tindakan keras China terhadap para pendukung pro-demokrasi dan lainnya di Hong Kong dan terhadap etnis Uighur di provinsi Xinjiang barat.
Jepang dan China terus memiliki perselisihan yang sudah berlangsung lama dan sengit atas kendali rantai pulau tak berpenghuni yang juga terletak antara Taiwan dan Okinawa.
Untuk bagiannya, rezim di Beijing semakin kritis terhadap upaya Jepang untuk memperluas dan memodernisasi kemampuan militernya dalam beberapa tahun terakhir, serta upaya untuk mereformasi atau bahkan menghilangkan Pasal 9 Konstitusi Jepang yang melarang negara itu menggunakan kekuatannya untuk kepentingan militer dengan tujuan apapun selain membela diri.
Izumo, yang oleh pihak berwenang Jepang selama bertahun-tahun dinyatakan sebagai kapal induk yang tidak mampu melakukan apa pun yang dapat digambarkan sebagai misi militer ofensif, adalah salah satu elemen penting dari perdebatan ini. Pada tahun 2018, para pejabat di Jepang mengakui bahwa Izumo dan kapal saudaranya; Kaga, telah dirancang sejak awal agar siap dikonversi untuk mendukung operasi pesawat tempur.
Sejauh ini, interaksi militer kedua negara tersebut tidak berbahaya dan berlangsung secara profesional.
Semua itu terjadi di tengah periode gesekan yang sangat tinggi antara otoritas China dan Jepang. Secara khusus, pemerintah di Jepang di bawah Perdana Menteri Fumio Kishida telah memutuskan untuk mengambil posisi yang jauh lebih blakblakan dalam mendukung pemerintah di Taiwan.
Para pejabat Jepang telah mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung respons militer pimpinan Amerika Serikat terhadap setiap intervensi China di pulau itu dan telah mengkritik perilaku pemaksaan Beijing terhadap pihak berwenang di Taipei.
Ini adalah perubahan besar dalam kebijakan Jepang yang telah menarik kemarahan pejabat di Beijing, yang memandang Taiwan sebagai provinsinya yang nakal. Kishida juga secara terbuka mengkritik tindakan keras China terhadap para pendukung pro-demokrasi dan lainnya di Hong Kong dan terhadap etnis Uighur di provinsi Xinjiang barat.
Jepang dan China terus memiliki perselisihan yang sudah berlangsung lama dan sengit atas kendali rantai pulau tak berpenghuni yang juga terletak antara Taiwan dan Okinawa.
Untuk bagiannya, rezim di Beijing semakin kritis terhadap upaya Jepang untuk memperluas dan memodernisasi kemampuan militernya dalam beberapa tahun terakhir, serta upaya untuk mereformasi atau bahkan menghilangkan Pasal 9 Konstitusi Jepang yang melarang negara itu menggunakan kekuatannya untuk kepentingan militer dengan tujuan apapun selain membela diri.
Izumo, yang oleh pihak berwenang Jepang selama bertahun-tahun dinyatakan sebagai kapal induk yang tidak mampu melakukan apa pun yang dapat digambarkan sebagai misi militer ofensif, adalah salah satu elemen penting dari perdebatan ini. Pada tahun 2018, para pejabat di Jepang mengakui bahwa Izumo dan kapal saudaranya; Kaga, telah dirancang sejak awal agar siap dikonversi untuk mendukung operasi pesawat tempur.
Lihat Juga :