Ketua PKC Xinjiang yang Mengawasi Persekusi Muslim Uighur Diganti
Minggu, 26 Desember 2021 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
AS menuding China telah melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Muslim Uighur , kelompok etnis minortas asli di Xinjiang.
Peneliti PBB dan aktivis hak asasi manusia memperkirakan lebih dari satu juta Muslim Uighur telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, China barat. Namun China menolak tuduhan telah melakukan pelanggaran HAM, menggambarkan kamp itu sebagai pusat kejuruan yang dirancang untuk memerangi ekstremisme, dan pada akhir 2019 mengatakan semua orang di kamp telah "lulus".
Pada hari Kamis lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang larangan impor dari Xinjiang karena kekhawatiran tentang kerja paksa, yang memicu kecaman dari China.
Baca juga: Joe Biden Teken Undang-undang Anti Kerja Paksa Muslim Uighur
Beberapa anggota parlemen dan parlemen asing, serta menteri luar negeri AS di pemerintahan Biden dan Trump, telah melabeli perlakuan genosida terhadap Uighur.
Peneliti PBB dan aktivis hak asasi manusia memperkirakan lebih dari satu juta Muslim Uighur telah ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, China barat. Namun China menolak tuduhan telah melakukan pelanggaran HAM, menggambarkan kamp itu sebagai pusat kejuruan yang dirancang untuk memerangi ekstremisme, dan pada akhir 2019 mengatakan semua orang di kamp telah "lulus".
Pada hari Kamis lalu, Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang larangan impor dari Xinjiang karena kekhawatiran tentang kerja paksa, yang memicu kecaman dari China.
Baca juga: Joe Biden Teken Undang-undang Anti Kerja Paksa Muslim Uighur
Beberapa anggota parlemen dan parlemen asing, serta menteri luar negeri AS di pemerintahan Biden dan Trump, telah melabeli perlakuan genosida terhadap Uighur.
(ian)
Lihat Juga :