PM Khan Puji Putin yang Sebut Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Sabtu, 25 Desember 2021 - 20:13 WIB
loading...
PM Khan Puji Putin yang Sebut Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan puji Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan menghina Nabi Muhammad bukanlah kebebasan berekspresi. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan memuji Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan bahwa menghina Nabi Muhammad SAW tidak bisa dianggap sebagai kebebasan berekspresi.

“Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghina Nabi Suci kita (SAW) bukanlah ‘kebebasan berekspresi’. Kami Muslim, terutama para pemimpin Muslim, harus menyebarkan pesan ini kepada para pemimpin dunia non-Muslim untuk melawan Islamofobia,” tulis PM Khan di Twitter, Sabtu (25/12/2021).

Baca juga: Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

PM Pakistan telah menjadi suara internasional terkemuka dalam meningkatkan kesadaran tentang konsekuensi dari meningkatnya Islamofobia sistematis. Dia juga mendesak persatuan yang lebih besar di antara umat Islam untuk menghadapi sentimen anti-Islam di seluruh dunia.

Pada Oktober tahun lalu, dia menulis surat kepada para pemimpin negara mayoritas Muslim, meminta mereka untuk bertindak secara kolektif untuk melawan Islamofobia yang berkembang.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi juga menyambut baik pernyataan presiden Rusia tersebut. "Menghina Nabi Suci kita (SAW) memang merupakan pelanggaran kebebasan beragama dan jauh dari kebebasan berekspresi," katanya, seperti dikutip Gulf News.

Selama konferensi pers tahunannya, Presiden Putin mengatakan bahwa menghina Nabi tidak bisa dianggap sebagai ekspresi kebebasan artistik. "Penghinaan terhadap Nabi [Muhammad] adalah pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan beragama orang-orang Islam,” katanya.

Menurut Putin, tindakan menghina Nabi Muhammad justru memicu pembalasan kelompok ekstremis yang mengatasnamakan agama. Di mengutip contoh serangan terhadap kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris setelah penerbitan kartun Nabi Muhammad beberapa tahun lalu.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2240 seconds (10.177#12.26)