Gorbachev: AS Jadi Arogan Setelah Uni Soviet Runtuh
Jum'at, 24 Desember 2021 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
"Bukan, 'pemenang' memutuskan untuk membangun kerajaan baru. Oleh karena itu ide ekspansi NATO," tambah Gorbachev.
Namun, dia menyambut baik pembicaraan keamanan yang akan datang antara Moskow dan Washington.
“Mudah-mudahan ada hasilnya,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Rusia Vladimir Putin semakin bersikeras bahwa NATO melanggar batas dekat dengan perbatasan Rusia. Moskow pun pekan lalu menuntut "jaminan hukum" bahwa aliansi yang dipimpin AS itu akan menghentikan ekspansi ke arah timur.
Baca juga: TV Rusia Umbar Retorika Perang Nuklir: AS Bisa Menjadi Abu Radioaktif!
Pekan lalu, Moskow mengajukan tuntutan keamanan kepada Barat, dengan mengatakan NATO tidak boleh menerima anggota baru dan berusaha untuk melarang AS mendirikan pangkalan baru di negara-negara bekas Soviet.
Namun, dia menyambut baik pembicaraan keamanan yang akan datang antara Moskow dan Washington.
“Mudah-mudahan ada hasilnya,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Rusia Vladimir Putin semakin bersikeras bahwa NATO melanggar batas dekat dengan perbatasan Rusia. Moskow pun pekan lalu menuntut "jaminan hukum" bahwa aliansi yang dipimpin AS itu akan menghentikan ekspansi ke arah timur.
Baca juga: TV Rusia Umbar Retorika Perang Nuklir: AS Bisa Menjadi Abu Radioaktif!
Pekan lalu, Moskow mengajukan tuntutan keamanan kepada Barat, dengan mengatakan NATO tidak boleh menerima anggota baru dan berusaha untuk melarang AS mendirikan pangkalan baru di negara-negara bekas Soviet.
Lihat Juga :