Komandan AU: Jika Diperlukan, Israel Bisa Serang Fasilitas Nuklir Iran Besok

Kamis, 23 Desember 2021 - 02:41 WIB
loading...
Komandan AU: Jika Diperlukan,...
Israel kembali menebarkan ancaman menyerang Iran. Foto/Ilustrasi
A A A
TEL AVIV - Israel memiliki sarana untuk menyerang fasilitas nuklir Iran dengan sukses besok jika diperlukan. Hal itu diungkapkan komandan Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Tomer Bar.

Berbicara kepada surat kabar Israel, Yediot Aharonot, sosok yang memimpin Direktorat Desain Angkatan berasumsi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menyerang fasilitas nuklir Teheran jika pembicaraan antara Iran dan kelompok perunding P5+1 gagal.

"Saya harus berasumsi itu akan terjadi dalam hidup saya, dan bahu saya sudah bersiap untuk beban tanggung jawab. Tidak mungkin kami akan beroperasi di sana, 1.000 kilometer dari sini, dan saya akan kembali ke rumah tanpa bisa mengatakan 'saya menyelesaikan misi'", katanya kepada surat kabar itu seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (23/12/2021).

Mayor jenderal itu telah menolak laporan bahwa kurangnya dana menghambat misi IDF.

“Kami memperlengkapi diri dengan F-35. Kami membeli ribuan pencegat Iron Dome untuk pertahanan multi-layer," ujar Bar.

Komandan Israel itu juga menyinggung laporan The New York Times pekan lalu, yang mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menolak permintaan Israel untuk mempercepat pasokan pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-46 Pegasus.

Jet-jet itu akan dikirim berdasarkan kesepakatan senilai USD2,4 miliar yang ditandatangani AS dan Israel tahun lalu. Menurut surat kabar itu, Israel menganggap pesawat itu penting untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Karakteristik KC-46 memungkinkan pesawat untuk mengisi bahan bakar tiga jet sekaligus dalam empat menit.

Baca juga: AS Dilaporkan Tolak Permintaan Israel Percepat Pasokan Pesawat Tanker

Bar mengatakan bahwa dia tidak tahu mengapa Gedung Putih menolak permintaan Israel, tetapi menekankan bahwa dia belum kehabisan kemungkinan mendapatkan setidaknya dua jet sebelumnya.

Wawancaranya dilakukan seminggu setelah laporan media mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Naftali Bennett diduga menyatakan bahwa Israel sedang mempersiapkan opsi militer guna mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Hubungan Israel dan Iran tegang sejak Revolusi Islam 1979 di Teheran. Pada saat itu, pemimpin tertinggi Ayatollah Khomeini mengambil sikap anti-Israel yang tajam dan memutuskan semua hubungan dengan tetangganya. Selama bertahun-tahun, kedua belah pihak telah terlibat dalam serangan balas dendam, tetapi telah menghindari konflik militer langsung.

Hubungan antara kedua belah pihak semakin memburuk karena program nuklir Iran, yang dianggap Israel sebagai ancaman bagi keberadaannya. Pada 2015, Iran, Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan AS menandatangani Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang umumnya dikenal sebagai perjanjian nuklir Iran .

Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran akan menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi dan embargo senjata.

Baca juga: Sudah Tak Sabar, Israel Yakin Iran Sekarang Lemah, Ancam Aksi Lebih Besar

Israel sangat menentang JCPOA, dengan mantan Perdana Menteri negara itu Benjamin Netanyahu berargumen bahwa kesepakatan itu tidak menghalangi jalan Iran untuk mengembangkan bom nuklir, tetapi malah membuka jalan Iran untuk itu.

Donald Trump, presiden AS pada tahun 2017, juga mengkritik keras kesepakatan itu dan pada tahun 2018 menarik negara itu dari perjanjian tersebut meskipun ada peringatan dan kritik dari pihak penandatangan lain.

Setelah menjabat, Presiden AS yang baru Joe Biden menyuarakan niatnya untuk menghidupkan kembali JCPOA. Namun, keinginan pribadi Joe Biden, agak terhambat oleh Gedung Putih yang mendorong lebih banyak pembatasan untuk dimasukkan dalam perjanjian.

Israel telah menyuarakan penentangan terhadap upaya untuk memulihkan kesepakatan itu. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya dimaksudkan hanya untuk tujuan damai, mengutip keputusan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tahun 2009, yang mengutuk penggunaan dan pengembangan senjata pemusnah massal dan menggambarkannya sebagai pelanggaran terhadap struktur moral Islam.

Awal pekan ini, penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan tiba di Israel untuk mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengenai kesepakatan nuklir Iran.

Baca juga: Teheran Remehkan Zionis: Israel Tak Mampu Serang Iran Tanpa Dukungan AS
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Deretan Catatan Bersejarah...
Deretan Catatan Bersejarah Meksiko Usai Singkirkan Ekuador di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved