Melunak, AS Izinkan Transaksi Bisnis dengan Taliban
Kamis, 23 Desember 2021 - 01:07 WIB
loading...
Amerika Serikat (AS) secara resmi membebaskan pejabatnya dan PBB melakukan bisnis resmi dengan Taliban dari sanksi. Foto/The Guardian
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) secara resmi membebaskan pejabatnya dan PBB melakukan bisnis resmi dengan Taliban dari sanksi. Kebijakan ini membuka jalan bagi usulan PBB untuk memberikan upah sekitar USD6 juta atau sekitar Rp86 miliar kepada kelompok itu untuk keamanan tahun depan.
Pengumuman Departemen Keuangan AS datang sehari setelah Reuters secara eksklusif melaporkan rencana PBB untuk mensubsidi upah bulanan personel Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Taliban yang menjaga fasilitas PBB dan membayar mereka tunjangan makanan bulanan.
Baca juga: PBB Usul Bayar Taliban Rp86 Miliar untuk Perlindungan di Afghanistan
Beberapa ahli mengatakan proposal itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah pembayaran semacam itu akan melanggar sanksi PBB dan AS terhadap Taliban dan banyak pemimpin mereka, termasuk Sirajuddin Haqqani, kepala Kementerian Dalam Negeri dan kepala jaringan Haqqani.
Departemen Keuangan AS mengeluarkan dua lisensi umum yang memungkinkan pejabatnya dan organisasi internasional tertentu, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk terlibat dalam transaksi yang melibatkan jaringan Taliban atau Haqqani selama itu adalah bisnis resmi.
Pengumuman Departemen Keuangan AS datang sehari setelah Reuters secara eksklusif melaporkan rencana PBB untuk mensubsidi upah bulanan personel Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Taliban yang menjaga fasilitas PBB dan membayar mereka tunjangan makanan bulanan.
Baca juga: PBB Usul Bayar Taliban Rp86 Miliar untuk Perlindungan di Afghanistan
Beberapa ahli mengatakan proposal itu menimbulkan pertanyaan tentang apakah pembayaran semacam itu akan melanggar sanksi PBB dan AS terhadap Taliban dan banyak pemimpin mereka, termasuk Sirajuddin Haqqani, kepala Kementerian Dalam Negeri dan kepala jaringan Haqqani.
Departemen Keuangan AS mengeluarkan dua lisensi umum yang memungkinkan pejabatnya dan organisasi internasional tertentu, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk terlibat dalam transaksi yang melibatkan jaringan Taliban atau Haqqani selama itu adalah bisnis resmi.
Lihat Juga :