Apa Motif Perang Trump Melawan Harvard?

Minggu, 20 April 2025 - 06:55 WIB
loading...
Apa Motif Perang Trump...
Donald Trump memiliki banyak motif untuk melawan Universitas Harvard. Foto/X/@DDNewslive
A A A
WASHINGTON - Harvard adalah lelucon, mengajarkan Kebencian dan Kebodohan, dan seharusnya tidak lagi menerima Dana Federal. Itu diungkapkan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan media sosial.

Mata Trump yang penuh amarah tertuju pada institusi swasta Ivy League tersebut, menyerukan pencabutan kontrak penelitian pemerintahnya, memangkas setidaknya USD2,2 miliar dalam pendanaan multi-tahun, dan mengusulkan larangan menerima mahasiswa internasional.

Trump telah menangguhkan pendanaan federal untuk tujuh universitas besar AS—termasuk Columbia, Brown, Cornell, Northwestern, University of Pennsylvania, dan Princeton.

Menurut media lokal, Trump juga telah memerintahkan Internal Revenue Service untuk mulai mencabut status bebas pajak universitas tersebut.

Apa Motif Perang Trump Melawan Harvard?

1. Harvard Tak Mau Didikte oleh Trump

Presiden Harvard Alan Garber kini tengah dikritik karena ia menolak tuntutan pengawasan dan supervisi oleh Gedung Putih. "Tidak ada pemerintah – terlepas dari partai mana yang berkuasa – yang boleh mendikte apa yang boleh diajarkan universitas swasta, siapa yang boleh diterima dan dipekerjakan, dan bidang studi dan penyelidikan apa yang boleh ditekuni," jawab Garber dalam suratnya.

Baca Juga: Bertarung Jadi Mediator di Pusaran Konflik Timur Tengah

2. Semua Berawal dari Harvard Mendukung Palestina

Semuanya berawal dari protes atas Palestina.

Pemerintahan Trump mengklaim bahwa universitas, termasuk Harvard, gagal melindungi mahasiswa Yahudi dari pelecehan selama protes kampus nasional terhadap perang genosida Israel di Gaza. Mereka juga menuduh universitas mengizinkan dukungan bagi kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Dalam serangkaian langkah yang dipimpin oleh Partai Republik, pemerintah telah menargetkan universitas tempat protes semacam itu terjadi, dengan tuduhan antisemitisme yang meluas. Para pengunjuk rasa menyatakan bahwa mereka mengecam tindakan Israel di Gaza, bukan menyebarkan kebencian.

Universitas Columbia—pusat protes lainnya—setuju pada bulan Maret untuk pengawasan federal atas departemen Studi Timur Tengahnya setelah pemerintah mengancam akan menarik dana federal sebesar USD400 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved