Turki Tahan Diplomat AS karena Dicurigai Menjual Paspor Palsu

Rabu, 22 Desember 2021 - 19:40 WIB
loading...
Turki Tahan Diplomat...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
SANAA - Seorang diplomat Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Libanon ditangkap di Turki . Sang diplomat ditangkap karena dicurigai menjual paspor palsu pada warga Suriah seharga USD10.000.

Seperti dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (22/12/2021), penangkapan dilakukan setelah insiden 11 November di bandara Istanbul, ketika warga Suriah mencoba menggunakan paspor orang lain untuk melakukan perjalanan ke Jerman.

“Paspor itu milik diplomat yang ditahan, yang bekerja di Konsulat AS di ibu kota Lebanon, Beirut,” sebut pernyataan Direktorat Keamanan Istanbul.

Baca: Diplomat Diduga Agen Rahasia Rusia Tewas Misterius di Berlin

Pernyataan itu menambahkan bahwa rekaman kamera keamanan menunjukkan bahwa kedua tersangka bertemu di bandara dan berganti pakaian di sana. Pada saat itu, diplomat AS tersebut memberikan paspor pada warga Suriah yang dimaksud.

“Penggeledahan tubuh diplomat menemukan USD10.000 dalam amplop dan paspor atas namanya,” pernyataan itu menambahkan. Warga negara Suriah itu menghadapi tuduhan pemalsuan tetapi dibebaskan sambil menunggu persidangan, sementara diplomat AS itu ditahan.

Diplomat asing biasanya memiliki kekebalan dari penuntutan, tetapi mereka tunduk pada penuntutan dan hukuman di negara-negara di mana mereka tidak terakreditasi. Prinsip itu tampaknya berlaku untuk diplomat AS yang ditahan, yang diakreditasi di Lebanon, bukan Turki.

Baca: Diplomat AS Dituduh Curi Rambu Kereta Api di Rusia, Kini Dipulangkan ke AS
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved