Sengketa Kepulauan Kuril, Rusia Tembakkan Rudal Jelajah Kalibr dari Laut Jepang
Selasa, 21 Desember 2021 - 17:48 WIB
loading...
Sebuah kapal selam Rusia menembakkan rudal jelajah Kalibr dari Laut Jepang di tengah sengketa Kepulauan Kuril. Foto/TASS
A
A
A
MOSKOW - Sebuah kapal selam Rusia berhasil meluncurkan rudal jelajah Kalibr dari Laut Jepang pada target lebih dari 1.000 kilometer, yang terletak di tempat pelatihan Rusia di darat. Begitu bunyi laporan kata kantor berita RIA pada Selasa (21/12/2021).
"Latihan itu juga melibatkan gerakan rahasia dan dukungan dari kapal militer, pesawat terbang dan pesawat tak berawak," kata Angkatan Laut Pasifik Rusia seperti dikutip Reuters dari RIA.
Rusia dan Jepang terlibat perselisihan yang tak berujung terkait Kepulauan Kuril . Perselisihan ini telah mencegah kedua negara menandatangani perjanjian damai formal.
Baca juga: Rusia Tolak Sewakan Pulau yang Disengketakan dengan Jepang
Jepang menegaskan hak teritorial ke empat pulau paling selatan dari rantai Kepulauan Kuril dan menyebutnya sebagai Wilayah Utara. Uni Soviet merebut pulau-pulau itu pada hari-hari terakhir Perang Dunia II, dan perselisihan itu membuat negara-negara tersebut tidak menandatangani perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri permusuhan mereka.
Pulau berbentuk oval, sepanjang 11 kilometer tempat rudal Rusia dikerahkan menjadi tuan rumah pangkalan militer Jepang selama Perang Dunia II. Setelah pengambilalihan Kepulauan Kuril oleh Soviet, Matua adalah rumah bagi pangkalan militer Soviet yang ditutup di tengah kekurangan dana setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Awal Desember lalu, Rusia telah mengerahkan sistem rudal pertahanan pantai di dekat Kepulauan Pasifik yang juga diklaim oleh Jepang, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menggarisbawahi sikap tegas Moskow dalam perselisihan perebutan pulau tersebut.
"Latihan itu juga melibatkan gerakan rahasia dan dukungan dari kapal militer, pesawat terbang dan pesawat tak berawak," kata Angkatan Laut Pasifik Rusia seperti dikutip Reuters dari RIA.
Rusia dan Jepang terlibat perselisihan yang tak berujung terkait Kepulauan Kuril . Perselisihan ini telah mencegah kedua negara menandatangani perjanjian damai formal.
Baca juga: Rusia Tolak Sewakan Pulau yang Disengketakan dengan Jepang
Jepang menegaskan hak teritorial ke empat pulau paling selatan dari rantai Kepulauan Kuril dan menyebutnya sebagai Wilayah Utara. Uni Soviet merebut pulau-pulau itu pada hari-hari terakhir Perang Dunia II, dan perselisihan itu membuat negara-negara tersebut tidak menandatangani perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri permusuhan mereka.
Pulau berbentuk oval, sepanjang 11 kilometer tempat rudal Rusia dikerahkan menjadi tuan rumah pangkalan militer Jepang selama Perang Dunia II. Setelah pengambilalihan Kepulauan Kuril oleh Soviet, Matua adalah rumah bagi pangkalan militer Soviet yang ditutup di tengah kekurangan dana setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Awal Desember lalu, Rusia telah mengerahkan sistem rudal pertahanan pantai di dekat Kepulauan Pasifik yang juga diklaim oleh Jepang, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk menggarisbawahi sikap tegas Moskow dalam perselisihan perebutan pulau tersebut.
Lihat Juga :