Rusia Tolak Sewakan Pulau yang Disengketakan dengan Jepang
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:07 WIB
loading...
Rusia telah sewakan Kepulauan Kuril. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Wakil Perdana Menteri Rusia , Yuri Trutnev mengumumkan, Moskow tidak akan menyewakan kepulauan Kuril di Pasifik meski menarik minat investor domestik dan asing. Kepulauan Kuril sendiri juga diklaim oleh Jepang .
Trutnev, yang juga menjabat sebagai Utusan Presiden untuk Distirk Federal Timur Jauh, mengatakan bahwa pemerintah Rusia telah menyiapkan dan menyerahkan kepada parlemen RUU tentang insentif di wilayah tersebut.
“Kami akan mengembangkan Kepulauan Kuril dan menarik dana Rusia dan asing di sana,” jelas Trutnev.
"Tidak ada pembicaraan tentang penyewaan pulau mana pun. Kepulauan Kuril telah dan akan menjadi wilayah Rusia,” ia bersikeras seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Rusia Sebar Sistem Rudal di Kepulauan Pasifik Dekat Jepang
Komentar ini muncul setelah gubernur wilayah Sakhalin di Timur Jauh Rusia, Valery Limarenko, mengatakan kepada harian bisnis Moskow RBK bahwa perusahaan Denmark, Copenhagen Offshore Partners, bersedia mengeluarkan USD2,5 miliar untuk produksi hidrogen di Pulau Shumshu. Perusahaan itu juga tertarik untuk menyewanya karena memiliki angin yang optimal untuk pembangunan generator.
Sekretaris Pers Limarenko, Svetlana Litvinova, kemudian mengatakan bahwa penggunaan "hanya sebagian dari tanah" sedang dipertimbangkan untuk proyek tersebut.
Trutnev, yang juga menjabat sebagai Utusan Presiden untuk Distirk Federal Timur Jauh, mengatakan bahwa pemerintah Rusia telah menyiapkan dan menyerahkan kepada parlemen RUU tentang insentif di wilayah tersebut.
“Kami akan mengembangkan Kepulauan Kuril dan menarik dana Rusia dan asing di sana,” jelas Trutnev.
"Tidak ada pembicaraan tentang penyewaan pulau mana pun. Kepulauan Kuril telah dan akan menjadi wilayah Rusia,” ia bersikeras seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Rusia Sebar Sistem Rudal di Kepulauan Pasifik Dekat Jepang
Komentar ini muncul setelah gubernur wilayah Sakhalin di Timur Jauh Rusia, Valery Limarenko, mengatakan kepada harian bisnis Moskow RBK bahwa perusahaan Denmark, Copenhagen Offshore Partners, bersedia mengeluarkan USD2,5 miliar untuk produksi hidrogen di Pulau Shumshu. Perusahaan itu juga tertarik untuk menyewanya karena memiliki angin yang optimal untuk pembangunan generator.
Sekretaris Pers Limarenko, Svetlana Litvinova, kemudian mengatakan bahwa penggunaan "hanya sebagian dari tanah" sedang dipertimbangkan untuk proyek tersebut.
Lihat Juga :