Kapal Induk AS Ini Harganya Rp184,1 T, tapi Sistem Peluncurnya Ngadat

Selasa, 09 Juni 2020 - 12:25 WIB
loading...
Kapal Induk AS Ini Harganya...
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, saat pra-pengawasan di Newport News, Virginia, 11 Juni 2016. Foto/US Navy/Handout via REUTERS/File Photo
A A A
WASHINGTON - Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) , USS Gerald Rudolph Ford , mengalami kegagalan pada sistem peluncuran elektromagnetik pekan lalu.

Insiden memalukan ini menjadi indikasi terbaru bahwa kapal seharga USD13,2 miliar (lebih dari Rp184,1 triliun) tersebut masih bermasalah dengan teknologi mutakhir saat menjalani uji coba di laut. USS Gerald R. Ford dilengkapi dua reaktor nuklir.

Sistem peluncuran elektromagnetik pada USS Gerald R. Ford—yang mendorong pesawat tempur dari geladak ke langit—mengalami "went down" pada 2 Juni tepat sebelum peluncuran pesawat yang dijadwalkan. Demikian pengumuman Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Minggu malam.

"Kegagalan sistem (peluncuran elektromagnetik), yang dibangun oleh General Atomics, membatasi operasi penerbangan sampai batas tertentu," lanjut pernyataan tersebut, yang dilansir Bloomberg, Selasa (9/6/2020). (Baca: Ngadat, Kapal Induk AS Harry S Truman Tak Bisa Dikerahkan )

Dokumen internal Angkatan Laut mengatakan belum ada akar penyebab masalah tersebut yang ditemukan. Berselang beberapa hari setelah insiden itu, Angkatan Laut Amerika mengatakan, pihaknya menemukan solusi untuk masalah peluncuran yang dikenal sebagai sistem ketapel tersebut dan jet tempur dapat melanjutkan operasi penerbangan pada hari Minggu.

"Para kru yang didukung oleh tim ahli mengembangkan metode alternatif untuk meluncurkan sayap udara kemarin," kata Kapten Danny Hernandez, juru bicara Angkatan Laut, dalam sebuah pernyataan.

"Setiap tindakan korektif akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa ketika (USS Gerald R) Ford memasuki armada setelah pengujian operasional siap untuk mendukung operasi," ujarnya.

Masalah keandalan dengan sistem ketapel menjadi salah satu masalah teknologi profil tinggi yang sebelumnya dihadapi USS Gerald R. Ford, yang pertama dari kelasnya. (Baca juga: Kapal Induk Prancis Lumpuh, 1.000 Pelaut Lebih Terinfeksi COVID-19 )

Masalah sebelumnya menarik perhatian Presiden Donald Trump. Dia membandingkan sistem ketapel dengan versi yang lebih tua—yang digerakkan uap pada kapal-kapal induk sebelumnya. Trump pada 2018 mengatakan; "Sistem uap sangat andal, dan elektromagnetik—maksud saya, sayangnya, Anda harus menjadi Albert Einstein untuk benar-benar bekerja dengan baik."

Menurut dokumen internal Angkatan Laut AS, kerusakan terbaru ini tidak menimbulkan risiko keselamatan penerbangan. "Itu terjadi selama reset manual dari sistem penanganan daya, yang sesuai dengan prosedur saat ini," bunyi dokumen tersebut.

"Angkatan Laut sedang meninjau prosedur-prosedur tersebut dan segala dampak pada sistem dan sampai pemberitahuan lebih lanjut, awak kapal tidak akan menggunakan pengaturan ulang manual," imbuh dokumen Angkatan Laut.

Dalam laporan tahunan pada bulan Januari, penguji Pentagon terus melaporkan kekurangan dan keterbatasan radar kapal, sistem pengawasan peperangan elektronik, dan jaringan data komunikasi antar-kapal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved