Kapal Induk AS Ini Harganya Rp184,1 T, tapi Sistem Peluncurnya Ngadat
Selasa, 09 Juni 2020 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Masalah keandalan dengan sistem ketapel menjadi salah satu masalah teknologi profil tinggi yang sebelumnya dihadapi USS Gerald R. Ford, yang pertama dari kelasnya. (Baca juga: Kapal Induk Prancis Lumpuh, 1.000 Pelaut Lebih Terinfeksi COVID-19 )
Masalah sebelumnya menarik perhatian Presiden Donald Trump. Dia membandingkan sistem ketapel dengan versi yang lebih tua—yang digerakkan uap pada kapal-kapal induk sebelumnya. Trump pada 2018 mengatakan; "Sistem uap sangat andal, dan elektromagnetik—maksud saya, sayangnya, Anda harus menjadi Albert Einstein untuk benar-benar bekerja dengan baik."
Menurut dokumen internal Angkatan Laut AS, kerusakan terbaru ini tidak menimbulkan risiko keselamatan penerbangan. "Itu terjadi selama reset manual dari sistem penanganan daya, yang sesuai dengan prosedur saat ini," bunyi dokumen tersebut.
"Angkatan Laut sedang meninjau prosedur-prosedur tersebut dan segala dampak pada sistem dan sampai pemberitahuan lebih lanjut, awak kapal tidak akan menggunakan pengaturan ulang manual," imbuh dokumen Angkatan Laut.
Dalam laporan tahunan pada bulan Januari, penguji Pentagon terus melaporkan kekurangan dan keterbatasan radar kapal, sistem pengawasan peperangan elektronik, dan jaringan data komunikasi antar-kapal.
Masalah sebelumnya menarik perhatian Presiden Donald Trump. Dia membandingkan sistem ketapel dengan versi yang lebih tua—yang digerakkan uap pada kapal-kapal induk sebelumnya. Trump pada 2018 mengatakan; "Sistem uap sangat andal, dan elektromagnetik—maksud saya, sayangnya, Anda harus menjadi Albert Einstein untuk benar-benar bekerja dengan baik."
Menurut dokumen internal Angkatan Laut AS, kerusakan terbaru ini tidak menimbulkan risiko keselamatan penerbangan. "Itu terjadi selama reset manual dari sistem penanganan daya, yang sesuai dengan prosedur saat ini," bunyi dokumen tersebut.
"Angkatan Laut sedang meninjau prosedur-prosedur tersebut dan segala dampak pada sistem dan sampai pemberitahuan lebih lanjut, awak kapal tidak akan menggunakan pengaturan ulang manual," imbuh dokumen Angkatan Laut.
Dalam laporan tahunan pada bulan Januari, penguji Pentagon terus melaporkan kekurangan dan keterbatasan radar kapal, sistem pengawasan peperangan elektronik, dan jaringan data komunikasi antar-kapal.
(mas)
Lihat Juga :