Nyamar Dokter Kandungan, Penjahat Seks Ini Periksa 400 Kemaluan Perempuan

Sabtu, 18 Desember 2021 - 02:45 WIB
loading...
Nyamar Dokter Kandungan, Penjahat Seks Ini Periksa 400 Kemaluan Perempuan
Penjahat seks berantai di Italia menyamar menjadi dokter kandungan. Dia menipu lebih dari 400 perempuan untuk dibukuk menjalani pemeriksaan vagina melalui webcam. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
ROMA - Predator seks berantai di Italia ini menipulebih dari 400 perempuan dengan menyamar sebagai dokter kandungan. Ratusan perempuan dia bujuk untuk menjalani pemeriksaan vagina melalui webcam.

Pasukan polisi di kota selatan Bari akhirnya menggerebek rumah dokter gadungan tersebut.

Baca juga: Beri Suap Seks ke Petugas Imigrasi Singapura, Wanita China Dipenjara

Mereka menyita beberapa telepon pintar dan kartu memori dari penjahat seks berusia 40 tahun itu, setelah menyadap teleponnya menyusul keluhan dari banyak korban.

"Pria itu diduga telah menelepon wanita yang telah menjalani swab di klinik di seluruh negeri, untuk memberi tahu mereka bahwa mereka telah didiagnosis dengan beberapa infeksi vagina," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

“Dia kemudian membujuk mereka untuk menjalani pemeriksaan ginekologi online,” lanjut polisi.

"Lebih dari 400 wanita di seluruh Italia telah menjadi sasaran, dari Lazio hingga Lombardia dan Calabria."

Baca juga: Gara-gara Mainan Seks Bersarang di Tubuh, Wanita Ini Malu di Depan Dokter

Seorang korban kepada harian Repubblica, Jumat (17/12/2021), angkat bicara tentang ulah penjahat seks tersebut.

“Dia memperkenalkan dirinya sebagai seorang dokter. Dia tahu tanggal dan tempat lahir saya dan bertanya apakah saya telah melakukan pemeriksaan ginekologi dalam beberapa bulan terakhir,” kata korban.

"Dia mengajukan pertanyaan yang semakin pribadi...kemudian meminta panggilan video melalui Zoom atau Hangout...(dan) meminta saya untuk menunjukkan bagian pribadi saya untuk mengonfirmasi diagnosis," lanjut korban yang hanya diidentifikasi sebagai "Lucia".

Menurut polisi, investigasi atas pelecehan tersebut sedang berlangsung.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3415 seconds (11.252#12.26)