Lockdown Diperpanjang, Perantau India Telantar di Bawah Jembatan Layang

Kamis, 23 April 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Para perantau di India mencoba melalui masa sulit ini dengan tidur di bawah jembatan layang sampai lockdown dibuka. Hanya ada dua pertanyaan yang selalu mereka layangkan, “Kapan semua ini akan berakhir? Kapan kami pulang?” Sebagian dari mereka mengaku ditipu polisi dan berakhir di bawah jembatan.

Pemerintah India telah memberlakukan lockdown secara nasional sejak pertengahan Maret lalu. Kebijakan itu telah diperpanjang pada pekan lalu. Seperti dilansir CNN, jalan raya, pedestrian, transportasi umum, dan ruang publik menjadi sunyi dan sepi. Bahkan situs konstruksi bangunan juga ditinggalkan.

India merupakan negara dengan penduduk terbesar kedua di dunia setelah China dan negara dengan ekonomi terbesar kelima. Relasi perdagangannya hampir terkoneksi ke seluruh penjuru dunia. Kendati demikian India yang memiliki 1,34 miliar penduduk boleh dibilang berhasil memperlambat persebaran virus tersebut.

Sejauh ini India hanya memiliki 492 pasien yang positif terjangkit Covid-19, 9 di antaranya tewas. Sebaliknya Amerika Serikat (AS) yang juga memiliki populasi besar, yakni 327,2 juta penduduk, memiliki 54.941 pasien–terbesar ketiga di dunia setelah Italia (69.176 pasien) dan China (81.218 pasien) sebagai pusat Covid-19.

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengatakan saat ini tidak ada tanda-tanda Covid-19 telah mewabah di masyarakat. Namun dia mengimbau seluruh masyarakat India untuk waspada dan tetap tinggal di rumah, kecuali untuk keperluan darurat. Keputusan agresif itu juga diapresiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
(Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Jet Tempur Siluman J-35AE...
Jet Tempur Siluman J-35AE China untuk Pakistan Berisiko Picu Eskalasi Nuklir dengan India
Pakistan Luncurkan Kapal...
Pakistan Luncurkan Kapal Selam Hangor Buatan China Pertama, India Waspada
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Slovenia Larang Pesawat...
Slovenia Larang Pesawat Israel Mendarat di Bandaranya, Kenapa?  
Rekomendasi
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved