Tak Hanya Ancaman, Israel Siapkan Opsi Militer Menyerang Iran
Minggu, 12 Desember 2021 - 05:16 WIB
loading...
A
A
A
“Mengingat kemajuan yang sedang berlangsung dalam program nuklir Iran, presiden telah meminta timnya bersiap jika diplomasi gagal, dan kita harus beralih ke opsi lain, dan itu membutuhkan persiapan,” ungkap Psaki.
Dia mengatakan "opsi" mungkin termasuk "langkah-langkah tambahan untuk lebih membatasi sektor penghasil pendapatan Iran." Namun dia menghindari penyebutan eksplisit opsi militer.
Retorika permusuhan muncul di tengah pembicaraan Wina yang baru-baru ini dilanjutkan, yang dirancang untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPA).
Negosiasi, bagaimanapun, belum melangkah lebih jauh, dengan Teheran terus menuntut agar Washington mencabut sanksi "penindasan" secara penuh.
Perjanjian JCPA secara efektif runtuh setelah Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak meninggalkannya pada 2018. Trump menuduh Teheran entah bagaimana melanggar "semangat" kesepakatan itu.
Sejak itu, Washington memberlakukan kembali sanksi lama dan memperkenalkan sanksi baru terhadap Teheran.
Adapun Iran secara bertahap menangguhkan kewajiban JCPOA, meningkatkan pengayaan uranium dan memperluas program nuklirnya.
Dia mengatakan "opsi" mungkin termasuk "langkah-langkah tambahan untuk lebih membatasi sektor penghasil pendapatan Iran." Namun dia menghindari penyebutan eksplisit opsi militer.
Retorika permusuhan muncul di tengah pembicaraan Wina yang baru-baru ini dilanjutkan, yang dirancang untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPA).
Negosiasi, bagaimanapun, belum melangkah lebih jauh, dengan Teheran terus menuntut agar Washington mencabut sanksi "penindasan" secara penuh.
Perjanjian JCPA secara efektif runtuh setelah Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak meninggalkannya pada 2018. Trump menuduh Teheran entah bagaimana melanggar "semangat" kesepakatan itu.
Sejak itu, Washington memberlakukan kembali sanksi lama dan memperkenalkan sanksi baru terhadap Teheran.
Adapun Iran secara bertahap menangguhkan kewajiban JCPOA, meningkatkan pengayaan uranium dan memperluas program nuklirnya.
(sya)
Lihat Juga :