Tak Hanya Ancaman, Israel Siapkan Opsi Militer Menyerang Iran

Minggu, 12 Desember 2021 - 05:16 WIB
loading...
Tak Hanya Ancaman, Israel...
Jet tempur Israel F-15 bermanuver di udara. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Militer Israel sedang mempersiapkan kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Media Zionis melaporkan persiapan itu berdasarkan sumber-sumber pertahanan dan diplomatik.

Tel Aviv telah memberi tahu Amerika Serikat (AS) tentang rencananya, tanpa "veto penolakan" dari Washington terkait persiapan semacam itu.

“Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz mengatakan pada Menhan AS Lloyd Austin tentang persiapan untuk serangan militer potensial terhadap Iran selama kunjungannya ke AS,” ungkap beberapa media Israel pada Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Turki Bikin Gempar, Drone Buatannya Bisa Hancurkan Bom dengan Sinar Laser

Gantz bertemu pejabat tinggi AS, termasuk Lloyd dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, pada Kamis.

Baca juga: Pentagon Diingatkan Jangan Berperang dengan China Hanya Pakai Pisau

“Menteri Pertahanan mengatakan kepada Amerika bahwa dia telah menginstruksikan militer untuk mempersiapkan opsi militer,” papar seorang sumber keamanan senior, seperti dikutip Army Radio Israel.

Baca juga: Filsuf Top AS Dorong Pemikiran Kritis dalam Reformasi Arab Saudi

Sumber yang sama mengklaim, “Saat Teheran hampir memproduksi bahan fisil yang cukup untuk satu bom nuklir, Iran tidak akan melewati ambang karena memahami gravitasi dari langkah semacam itu.”

Ketika Israel telah berulang kali menuduh Iran berusaha mendapatkan persenjataan nuklir, Teheran secara konsisten menolak tuduhan tersebut. Iran mempertahankan bahwa program nuklirnya hanya melayani tujuan sipil.

Satu sumber diplomatik terpisah mengatakan kepada media Israel bahwa pengumuman Israel itu tidak mendapat keberatan dari pejabat Amerika.

"Tidak ada veto," ungkap sumber itu seperti dikutip Jerusalem Post.

Selama kunjungannya di AS, Gantz menyatakan harapannya memperdalam “dialog dan kerja sama” dengan Washington dalam hal Iran, serta untuk meningkatkan “kesiapan militer bersama untuk menghadapi Iran dan untuk menghentikan agresi regional dan aspirasi nuklirnya.”

Meski Austin tampaknya kurang suka berperang, dia mengatakan Washington prihatin dengan kegagalan Iran menunjukkan keterlibatan diplomatik yang konstruktif.

Dia memperingatkan bahwa Presiden AS Joe Biden "siap untuk beralih ke opsi lain" dalam berurusan dengan Teheran.

Tak lama setelah pertemuan Lloyd-Gantz berakhir, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki menggandakan kesiapan AS untuk mengeksplorasi "opsi" lainnya.

“Mengingat kemajuan yang sedang berlangsung dalam program nuklir Iran, presiden telah meminta timnya bersiap jika diplomasi gagal, dan kita harus beralih ke opsi lain, dan itu membutuhkan persiapan,” ungkap Psaki.

Dia mengatakan "opsi" mungkin termasuk "langkah-langkah tambahan untuk lebih membatasi sektor penghasil pendapatan Iran." Namun dia menghindari penyebutan eksplisit opsi militer.

Retorika permusuhan muncul di tengah pembicaraan Wina yang baru-baru ini dilanjutkan, yang dirancang untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPA).

Negosiasi, bagaimanapun, belum melangkah lebih jauh, dengan Teheran terus menuntut agar Washington mencabut sanksi "penindasan" secara penuh.

Perjanjian JCPA secara efektif runtuh setelah Presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak meninggalkannya pada 2018. Trump menuduh Teheran entah bagaimana melanggar "semangat" kesepakatan itu.

Sejak itu, Washington memberlakukan kembali sanksi lama dan memperkenalkan sanksi baru terhadap Teheran.

Adapun Iran secara bertahap menangguhkan kewajiban JCPOA, meningkatkan pengayaan uranium dan memperluas program nuklirnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Kapten Timnas Iran Mehdi...
Kapten Timnas Iran Mehdi Taremi: Kemenangan Kami Dirampok Wasit dan FIFA
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved