Pasca Taliban Berkuasa, Perdagangan Opium Afghanistan Meningkat Pesat

Sabtu, 11 Desember 2021 - 23:00 WIB
loading...
Pasca Taliban Berkuasa,...
Petani opium di Afghanistan. FOTO/Deutsche Welle
A A A
KABUL - Lebih banyak orang Afghanistan yang menghadapi kemiskinan ekstrem beralih ke produksi opium sebagai sarana untuk bertahan hidup. Taliban yang kini berkuasa di negara itu tidak mungkin menentang penanaman tanaman komersial narkotika.

Seperti dilaporkan Deutsche Welle, Jumat (10/12/2021), budidaya opium poppy (bunga opium) sebagai tanaman obat memiliki sejarah panjang di Afghanistan. Getah susu yang diekstraksi dari polong biji dikeringkan untuk menghasilkan opium mentah, obat yang efektif untuk rasa sakit yang parah.

Baca: AS, UE, dan 20 Negara Kutuk Taliban Atas Pembunuhan Tentara Afghanistan

Saat ini, opium digunakan terutama sebagai minuman keras dan sebagai bahan baku untuk produksi obat-obatan yang lebih kuat seperti resep obat penghilang rasa sakit dan heroin. Pada musim panen terakhir, yang berakhir pada Juli, diperkirakan 6.800 ton opium diproduksi di Afghanistan. Ini adalah peningkatan 8% dari tahun 2020, menurut laporan baru-baru ini oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Menurut laporan itu, Afghanistan menyumbang 85% dari produksi opium global, dan opiat Afghanistan memasok 80% pengguna di seluruh dunia. UNODC telah menghitung bahwa bisnis opium akan menghasilkan antara USD1,8 miliar dan USD2,7 miliar di Afghanistan pada tahun 2021, sekitar sepersepuluh dari output ekonomi Afghanistan.

Badan tersebut mengatakan, pengambilalihan Taliban pada Agustus 2021, dan ketidakpastian ekonomi yang berlarut-larut, mendorong harga opium pada Agustus dan September ke level tertinggi baru. "Ini memperkuat insentif untuk budidaya opium. Kami tidak memiliki segalanya di bawah kendali," kata laporan itu.

Baca: Bersembunyi di Brasil, Hakim Perempuan Afghanistan Masih Takut Pada Ancaman Taliban

"Produksi opium di Afghanistan akan terus meningkat," kata seorang mantan perwira militer Afghanistan yang tidak mau disebutkan namanya. "Menanam opium merupakan sumber pendapatan yang aman bagi para petani dan banyak pengangguran yang kini kembali ke desa mereka dari kota," kata perwira militer itu, yang identitasnya dilindungi demi alasan keamanan.

Sampai pengambilalihan Taliban, perwira itu milik unit khusus tentara Afghanistan yang bertugas memerangi kejahatan terkait narkoba. "Kami tidak memiliki segalanya di bawah kendali pada saat itu," petugas itu mengakui.

"Terutama di daerah terpencil, Taliban memiliki pengaruh lebih besar dan melindungi petani yang menanam opium. Jika Taliban mau, mereka dapat menghambat produksi opium—mereka telah melakukannya sebelumnya," lanjutnya.

Selama periode pertama pemerintahan Taliban dari tahun 1996 hingga 2001, mereka menindak produksi opium, yang akibatnya turun menjadi 185 metrik ton pada tahun 2001. Namun, setelah Taliban digulingkan dari kekuasaan tahun itu, produksi opium melonjak lagi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved