Mural Kelamin Wanita di Lokasi Proyek Pemerintah Swedia Picu Kemarahan

Kamis, 09 Desember 2021 - 14:30 WIB
loading...
Mural Kelamin Wanita di Lokasi Proyek Pemerintah Swedia Picu Kemarahan
Carolina Falkholt, seniman feminis yang dibayar Administrasi Tranportasi Swedia untuk melukis mural alat kelamin wanita di lokasi proyek konstruksi. Foto/Världen idag
A A A
STOCKHOLM - Sebuah mural besar di lokasi konstruksi Administrasi Transportasi Pemerintah Swedia di Gothenburg telah memicu kemarahan publik. Motifnya memperlihatkan alat kelamin wanita dan kaki terentang dalam stoking jala.

Mural tersebut disertai dengan tulisan berbunyi “God give a fuck".

Baca juga: Raja Salman Sembunyi di Istana Gurun Arab Saudi 482 Hari, Ada Apa?

Administrasi Transportasi Swedia menugaskan seniman feminis Carolina Falkholt dan membayarnya SEK 150.000 (Rp238 juta) untuk lukisan itu.

Menurut koordinator proyek, Hans Ivanoff, yang dilansir media lokal; Världen idag, uang itu sebagian diambil dari anggaran proyek, dan sebagian dari perjanjian periklanan dengan perusahaan periklanan outdoor.

Di situs webnya, Administrasi Transportasi Swedia menggambarkan mural itu sebagai berikut:

“Vagina sebagai portal, sebuah pembukaan dan kesempatan, jauh ke belakang dalam sejarah seni. Angka kesuburan di tanah liat telah ditemukan sehubungan dengan situs arkeologi dari awal umat manusia dan seterusnya. Dalam lukisan Carolina Falkholt, tubuh direduksi menjadi hanya dua kaki panjang dan vagina, seperti cakrawala yang ditarik dalam satu garis: langit di atas dan bumi di bawah".

Seniman yang melukis, Carolina Falkholt, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Göteborgs-Posten bahwa dia telah melihat orang-orang mengalihkan pandangan mereka saat berjalan melewati karyanya, yang dia tafsirkan sebagai pertanda baik, karena seni "harus menyentuh dan membangkitkan emosi" .

Namun, salah satu penulis utama surat kabar tersebut, Karin Pihl, keberatan dengan pemikiran Falkholt.

“Kalau bicara seni, kita semua harus ambil bagian di ruang publik, jadi pikiran dan perasaan warga harus penting,” tulisnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2671 seconds (11.210#12.26)