Pertama di Dunia, Negara Ini Berlakukan 4,5 Hari Kerja

Selasa, 07 Desember 2021 - 19:32 WIB
loading...
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di dunia, UEA berlakukan 4,5 hari kerja. Foto/Ilustrasi
A A A
ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan mereka akan berubah ke sistem 4,5 hari kerja seminggu, dengan akhir pekan menjadi Sabtu dan Minggu.

Kantor media negara itu, WAM, mengumumkan bahwa sistem baru ini akan berlaku untuk entitas pemerintah dengan Jumat sore, Sabtu dan Minggu akan menjadi akhir pekan baru.

Berdasarkan sistem baru ini, aturan jam kerja resmi dari Senin hingga Kamis adalah antara pukul 07.30 hingga 15.30. Sedangkan hari Jumat hanya setengah hari dari pukul 07.30 sampai 12 siang.

Bersamaan dengan itu, khutbah dan salat Jumat di seluruh UEA akan diadakan mulai pukul 13.15.

WAM melaporkan sistem tersebut juga akan memungkinkan jam kerja yang fleksibel dan opsi kerja dari rumah pada hari Jumat.

Baca juga: UEA Reformasi Hukum Besar-besaran, Termasuk Dekriminalisasi Zina

Dikatakan bahwa akhir pekan yang lebih panjang akan membantu meningkatkan produktivitas dan meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja.

Semua departemen pemerintah federal akan pindah ke akhir pekan baru mulai 1 Januari mendatang.

Menurut WAM, UEA adalah negara pertama di dunia yang memperkenalkan minggu kerja nasional yang lebih pendek dari minggu kerja lima hari secara global.

“Mengadopsi sistem kerja yang gesit akan memungkinkan UEA untuk dengan cepat merespons perubahan yang muncul dan meningkatkan kesejahteraan di tempat kerja,” tulis WAM yang dinukil Al Arabiya, Selasa (7/12/2021).

“Dari perspektif ekonomi, minggu kerja baru akan lebih menyelaraskan UEA dengan pasar global, yang mencerminkan status strategis negara itu di peta ekonomi global,” sambung laporan itu.

Baca juga: Pembersih Kaca Burj Khalifa, Bertaruh Nyawa dengan Gaji Rp60 Juta Per Bulan

“Ini akan memastikan kelancaran transaksi keuangan, perdagangan, dan ekonomi dengan negara-negara yang mengikuti akhir pekan Sabtu/Minggu, memfasilitasi hubungan bisnis internasional yang lebih kuat dan peluang bagi ribuan perusahaan multinasional dan berbasis di UEA,” bunyi laporan itu.

“Pekan kerja yang baru juga akan membawa sektor keuangan UEA ke dalam keselarasan yang lebih dekat dengan perdagangan real-time global dan transaksi berbasis komunikasi seperti yang mendorong pasar saham global, bank dan lembaga keuangan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan peluang perdagangan tetapi juga menambah gaya hidup yang fleksibel, aman, dan menyenangkan yang ditawarkan UEA kepada warga dan penduduknya,” demikian laporan tersebut.

Langkah itu pun secara instan disambut dengan pujian di media sosial.

"Seperti biasa, UEA memimpin dari depan dan menetapkan jalur keseimbangan kehidupan kerja untuk diikuti negara lain," kata seorang netizen.

“Inisiatif yang cukup baik dari pemerintah UEA untuk meningkatkan fokus, produktivitas, dan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik. Semoga perusahaan swasta mengikuti saran kemanusiaan ini,” kata netizen lain.

Baca juga: UEA Bakal Jadi Negara Timur Tengah Pertama yang Uji Mobil Tanpa Sopir
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Iran Bisa Kembali Serang...
Iran Bisa Kembali Serang UEA untuk Balas Serangan Israel terhadap Lebanon
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
UEA Sebut Peluang Kesepakatan...
UEA Sebut Peluang Kesepakatan AS-Iran untuk Selesaikan Masalah Selat Hormuz Hanya 50-50
4 Fakta PLTN Barakah...
4 Fakta PLTN Barakah di UEA yang Jadi Target Serangan Drone Iran
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Berita Terkini
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved