Pembersih Kaca Burj Khalifa, Bertaruh Nyawa dengan Gaji Rp60 Juta Per Bulan

Selasa, 16 November 2021 - 06:00 WIB
loading...
Pembersih Kaca Burj...
Para pembersih kaca Burj Khalifa sedang bekerja di Dubai. Foto/bbc
A A A
DUBAI - Pekerjaan sebagai pembersih kaca di gedung-gedung tinggi tentu memiliki risiko besar. Meskipun pekerjaan yang dilakukan kelihatan cukup mudah, tetapi para pembersih kaca ini harus berhadapan dengan risiko jatuh dari ketinggian.

Risiko ini cukup besar mengingat mereka hanya bergantung pada seutas tali untuk bergantung. Gedung pencakar langit paling tinggi di dunia hingga saat ini, Burj Khalifa di Dubai, juga memiliki pekerja yang bertugas membersihkan kaca bagian luar gedung tersebut.

Dengan tinggi mencapai 828 meter, Burj Khalifa memiliki 162 lantai. Menurut windowcleaningforums.co.uk, perusahaan yang bertugas untuk perawatan gedung ini, Emaar Dubai, para petugas yang bertugas membersihkan kaca gedung pencakar langit ini akan berhenti bekerja jika kecepatan anginnya melebihi 12 knot (sekitar 14 mil per jam). Sebab, pekerjaan akan menjadi jauh lebih berisiko ketika hari berangin kencang.

Baca juga: Istana-istana Mewah Raja Arab Saudi, Penuh Dekorasi Emas dan Mozaik Indah

Dengan risiko yang tinggi, gaji para pembersih kaca untuk Burj Khalifa ternyata memang cukup besar, menilai minimnya kualifikasi yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan ini.

Baca juga: Setelah Tanggalkan Gelar Kekaisaran, Mantan Putri Jepang Mako Kini Tinggal di New York

Untuk menjadi seorang pembersih kaca tidak dibutuhkan kualifikasi pendidikan. Dalam satu tahun, seorang pembersih kaca mendapatkan upah sebesar USD50.000 atau sekitar Rp710 juta. Itu artinya setiap orang mendapat gaji sekitar Rp60 juta per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved