Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:40 WIB
loading...
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA bersama 51 negara lainnya dilaporkan pasok senjata ke Israel. Foto/X
A A A
GAZA - Investigasi Al Jazeera selama berbulan-bulan menemukan bahwa barang-barang terkait militer yang berasal dari setidaknya 51 negara dan wilayah otonom terus memasuki Israel setelah peringatan Mahkamah Internasional (ICJ) tentang kemungkinan risiko genosida di Gaza.

Berdasarkan analisis data impor Otoritas Pajak Israel (ITA) antara tahun 2022 dan 2025, dan didukung oleh catatan bea cukai dan permintaan akses informasi publik, investigasi tersebut melacak rantai pasokan militer yang terkait dengan negara-negara di Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Semua negara yang disebutkan adalah penandatangan Konvensi Genosida.

Dalam beberapa kasus, barang-barang terkait militer berasal dari negara-negara yang secara resmi memberlakukan embargo senjata terhadap Israel atau telah menangguhkan sebagian pasokan senjata ke negara tersebut.

Faktanya, menurut data ITA, impor senjata meningkat setelah putusan ICJ, dengan sebagian besar berada di bawah kategori amunisi.

Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel

1. Banyak Negara Islam Pasok Senjata ke Israel

Lima negara asal terbesar untuk barang-barang terkait militer yang masuk ke Israel - Amerika Serikat, India, Rumania, Taiwan, dan Republik Ceko - semuanya mencatat peningkatan pengiriman selama perang. Bahkan, Al Jazeera melaporkan beberapa negara Muslim juga ikut memasok senjata ke Israel, seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Uzbekistan, Azerbaijan, Turki. Selain itu, negara tetangga Indonesia seperti Filipina dan Singapura juga memasok barang keperluan militer ke Israel.

Meskipun banyak negara yang termasuk dalam investigasi ini tidak membagikan statistik tentang ekspor senjata ke Israel, data ITA menunjukkan bahwa 2.603 pengiriman barang-barang terkait militer - termasuk impor yang diberi label sebagai barang terkait amunisi, bahan peledak, suku cadang senjata, dan komponen kendaraan lapis baja - masuk ke Israel antara Oktober 2023 dan Oktober 2025.



Secara total, impor tersebut bernilai 3,22 miliar shekel (USD885,6 juta), dengan 91 persen dari nilai tersebut tercatat setelah putusan ICJ, menurut data ITA.

Sebagai perbandingan, dalam 20 bulan sebelum Oktober 2023, impor terkait militer ke Israel berjumlah 1,41 miliar shekel (USD388,1 juta). Data tersebut menunjukkan Israel meningkatkan ketergantungannya pada pasokan senjata asing untuk membantu mempertahankan serangan militernya di Gaza.

Bahkan setelah gencatan senjata terbaru berlaku pada 10 Oktober 2025, aliran senjata tidak berhenti. Dalam dua bulan terakhir tahun 2025, Israel menerima tambahan 324,9 juta shekel (USD89,4 juta) dalam impor terkait militer, menurut data ITA.

2. Memiliki Kode Tertentu

ITA memiliki basis data impor yang dapat diakses publik yang diorganisir berdasarkan kode bea cukai delapan digit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Negara-negara Arab Kutuk...
Negara-negara Arab Kutuk Langkah Israel Blokir Bantuan ke Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved