5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WIB
loading...
5 Fakta UEA Bergabung...
Uni Emirat Arab bergabung dengan agresi AS dan israel terhadao Iran sejak awal. Foto/X
A A A
DUBAI - Sebuah laporan baru yang diterbitkan Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab memainkan peran yang jauh lebih luas dalam agresi AS-Israel terhadap Iran daripada yang diketahui sebelumnya. UEA melakukan puluhan serangan udara di wilayah Iran sejak hari-hari pertama perang.

5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal

1. UEA Berkoordinasi dengan Intelijen AS dan Israel

Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan pada hari Jumat bahwa pasukan Emirat melancarkan serangan terhadap target Iran di awal perang dan melanjutkan serangan bahkan setelah gencatan senjata diumumkan pada bulan April, menambahkan bahwa serangan tersebut dikoordinasikan dengan AS dan Israel, dengan dukungan intelijen yang diberikan oleh kedua sekutu tersebut.

Menurut laporan tersebut, target termasuk situs-situs strategis di pulau Qeshm dan Abu Musa di Selat Hormuz, serta lokasi di Bandar Abbas. Pesawat-pesawat Emirat juga menyerang kilang minyak Pulau Lavan dan kompleks petrokimia Asaluyeh, menargetkan komponen-komponen penting infrastruktur energi Iran.


2. UEA Menyerang Fasilitas Energi Iran

Salah satu serangan yang paling kontroversial melibatkan kompleks Asaluyeh. Serangan tersebut, yang dilakukan berkoordinasi dengan Israel, memicu kritik internasional dan mendorong para pejabat AS untuk mendesak Tel Aviv agar menangguhkan serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Pengungkapan ini bertentangan dengan jaminan publik yang sebelumnya dibuat oleh negara-negara Teluk Persia bahwa wilayah dan ruang udara mereka tidak akan digunakan untuk aksi militer terhadap Iran.

Menurut laporan tersebut, Abu Dhabi meninggalkan posisi itu tak lama setelah perang dimulai.

3. Aksi UEA Picu Perpecahan GCC

Laporan tersebut selanjutnya menyoroti perpecahan yang semakin besar di dalam Dewan Kerja Sama Teluk Persia (GCC), mencatat bahwa Arab Saudi secara pribadi memperingatkan Washington pada awal April bahwa serangan Emirat berisiko memprovokasi pembalasan Iran terhadap fasilitas energi regional, mengancam pasokan minyak dan pasar global.

Menurut surat kabar tersebut, para pejabat Saudi mendesak AS untuk membujuk Abu Dhabi agar menghentikan keterlibatan militernya dan sebagai gantinya mengejar solusi diplomatik.

Perang tersebut juga mengungkap ketegangan antara para pemimpin Teluk Persia, dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed merasa frustrasi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman setelah Riyadh menolak untuk berpartisipasi dalam perang terkoordinasi melawan Iran.

4. UEA Terkena Dampak Parah Akibat Perang Iran

Konsekuensi ekonomi bagi UEA juga signifikan. Ancaman rudal yang berkelanjutan dan ketidakstabilan regional telah mengganggu perjalanan udara, melemahkan pariwisata, dan mengguncang kepercayaan investor. Bisnis di berbagai sektor telah mengumumkan cuti dan PHK karena ketidakpastian ekonomi semakin dalam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved