China Dituduh Sembunyikan Rudal Rahasia di Kontainer untuk Serangan Kejutan
Selasa, 07 Desember 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2019, Beijing dilaporkan berhasil memasukkan rudal jelajah jarak jauh ke dalam satu kontainer, yang dapat menyamar sebagai kargo komersial.
Sistem ini dikatakan sangat berbahaya karena mereka dapat tiba di pelabuhan dengan kapal-kapal dagang, serta tidak dapat dibedakan dari kargo lainnya.
Satu laporan baru-baru ini dari Stockton Center mengklaim, “Rudal yang disamarkan sebagai kargo komersial sebenarnya dapat melanggar hukum internasional tentang konflik bersenjata, karena membahayakan pelaut sipil dan menempatkan semua kapal sipil dalam risiko yang mungkin beroperasi di area permusuhan.”
Komentar Fisher muncul di tengah laporan China bertekad memperkuat posisinya di Atlantik dan benua Afrika, setelah sebelumnya membangun pangkalan luar negeri di Djibouti.
Menurut The Wall Street Journal, badan intelijen Amerika Serikat prihatin dengan niat China membangun pangkalan angkatan laut pertamanya di pantai Atlantik Afrika, di kota Bata, Guinea Eguatorial, di mana negara itu sudah memiliki pelabuhan komersial.
Pangkalan ini dilaporkan akan memungkinkan Beijing mengisi kembali stok persenjataan di negara itu.
Pada November, laporan Pentagon tentang kemampuan militer China yang menyebut Beijing berencana mendirikan pangkalan militer dan fasilitas lainnya untuk menyebarkan pasukannya ke negara lain, termasuk di Kamboja, Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab (UEA), Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.
Sistem ini dikatakan sangat berbahaya karena mereka dapat tiba di pelabuhan dengan kapal-kapal dagang, serta tidak dapat dibedakan dari kargo lainnya.
Satu laporan baru-baru ini dari Stockton Center mengklaim, “Rudal yang disamarkan sebagai kargo komersial sebenarnya dapat melanggar hukum internasional tentang konflik bersenjata, karena membahayakan pelaut sipil dan menempatkan semua kapal sipil dalam risiko yang mungkin beroperasi di area permusuhan.”
Komentar Fisher muncul di tengah laporan China bertekad memperkuat posisinya di Atlantik dan benua Afrika, setelah sebelumnya membangun pangkalan luar negeri di Djibouti.
Menurut The Wall Street Journal, badan intelijen Amerika Serikat prihatin dengan niat China membangun pangkalan angkatan laut pertamanya di pantai Atlantik Afrika, di kota Bata, Guinea Eguatorial, di mana negara itu sudah memiliki pelabuhan komersial.
Pangkalan ini dilaporkan akan memungkinkan Beijing mengisi kembali stok persenjataan di negara itu.
Pada November, laporan Pentagon tentang kemampuan militer China yang menyebut Beijing berencana mendirikan pangkalan militer dan fasilitas lainnya untuk menyebarkan pasukannya ke negara lain, termasuk di Kamboja, Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab (UEA), Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.
(sya)
Lihat Juga :