China Dituduh Sembunyikan Rudal Rahasia di Kontainer untuk Serangan Kejutan
Selasa, 07 Desember 2021 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka dapat dipasang di kapal-kapal kecil China yang tidak mencolok untuk melakukan serangan rudal kejutan terhadap pertahanan pantai untuk membantu pasukan invasi amfibi atau udara,” papar dia, dilansir Sputnik pada Selasa (7/12/2021).
Dia menambahkan, “Kontainer-kontainer itu dapat disimpan selama berabad-abad di gudang dekat pangkalan militer AS dan menawarkan kepemimpinan China beragam pilihan.”
Menurut pengamat, rudal dengan hulu ledak elektromagnetik (EMP) dapat menonaktifkan pangkalan kapal selam rudal balistik nuklir terdekat.
“Ledakan EMP mungkin menghancurkan elektronik di (kapal selam) dan di seluruh pangkalan tanpa harus meluncurkan rudal nuklir dari China,” ujar dia.
Dia memperingatkan, “Washington akan berada dalam kekacauan, tidak akan tahu siapa yang harus dibalas, dan mungkin China menggunakan gangguan di Amerika untuk memulai tujuan sebenarnya, penaklukan militer Taiwan."
Teknologi baru di bidang elektronik, berupa mesin berukuran kecil, bahan bakar roket, dan bahan peledak telah memfasilitasi pengembangan rudal jelajah berukuran kecil.
Rudal semacam ini pertama kali ditempatkan di kontainer angkatan laut satu dekade lalu oleh sejumlah negara, termasuk Rusia, AS, dan Inggris.
Pada 2016, China dikatakan telah menciptakan kompleks rudal pertamanya yang dapat disamarkan sebagai kontainer kargo biasa.
Dia menambahkan, “Kontainer-kontainer itu dapat disimpan selama berabad-abad di gudang dekat pangkalan militer AS dan menawarkan kepemimpinan China beragam pilihan.”
Menurut pengamat, rudal dengan hulu ledak elektromagnetik (EMP) dapat menonaktifkan pangkalan kapal selam rudal balistik nuklir terdekat.
“Ledakan EMP mungkin menghancurkan elektronik di (kapal selam) dan di seluruh pangkalan tanpa harus meluncurkan rudal nuklir dari China,” ujar dia.
Dia memperingatkan, “Washington akan berada dalam kekacauan, tidak akan tahu siapa yang harus dibalas, dan mungkin China menggunakan gangguan di Amerika untuk memulai tujuan sebenarnya, penaklukan militer Taiwan."
Teknologi baru di bidang elektronik, berupa mesin berukuran kecil, bahan bakar roket, dan bahan peledak telah memfasilitasi pengembangan rudal jelajah berukuran kecil.
Rudal semacam ini pertama kali ditempatkan di kontainer angkatan laut satu dekade lalu oleh sejumlah negara, termasuk Rusia, AS, dan Inggris.
Pada 2016, China dikatakan telah menciptakan kompleks rudal pertamanya yang dapat disamarkan sebagai kontainer kargo biasa.
Lihat Juga :