Bersembunyi di Brasil, Hakim Perempuan Afghanistan Masih Takut Pada Ancaman Taliban

Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:21 WIB
loading...
A A A
"Mereka memiliki masalah keuangan yang serius, tidak ada gaji, kehilangan pekerjaan, rekening bank mereka diblokir. Mereka masih dalam bahaya,” kata sang hakim. “Tidak bagus di Kabul,” ia menambahkan.

Taliban mendapat dukungan luas di Afghanistan sebagian karena pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS) yang digulingkan secara luas dipandang korup.

“Tetapi hakim perempuan adalah pejabat paling berani, terkuat dan paling jujur di pemerintahan sebelumnya,” tegas Muska, yang mengatakan keputusan Presiden AS Joe Biden untuk mengakhiri kehadiran Amerika di negara itu berarti dia harus segera pergi.

"Semuanya terjadi secara tiba-tiba," katanya.

Baca juga: Lebih dari 700 Pengungsi Afghanistan Tinggalkan Pangkalan AS Tanpa Keterangan

Para hakim dan 19 anggota keluarga mereka, tampaknya satu-satunya pengungsi Afghanistan yang datang ke Brasil sejak Taliban kembali berkuasa, kini memiliki rekening bank dan layanan kesehatan Brasil. Mereka yang bisa mengambil pelajaran dalam bahasa Portugis.

Belum jelas bagaimana masa depan mereka di Brasil, di mana setidaknya mereka dilindungi. Tetapi Muska mengatakan mereka ingin kembali ke rumah suatu hari nanti.

“Saya harap saya bisa bergabung dengan anggota keluarga saya di Kabul. Saya memiliki mimpi ini saya di rumah saya. Saya merindukan semuanya," kata sang hakim.

Muska belum banyak melihat Brasil karena alasan keamanan, kesulitan dengan bahasa dan ketakutannya sendiri. Tapi dia telah menemukan orang-orang dengan empati untuk situasinya.

“Mereka menangis bersama kami, kami tahu mereka bisa merasakan perasaan kami,” kata hakim perempuan itu dengan berlinang air mata.

Ketiga anak Muska, termasuk seorang balita, juga mengalami kesulitan beradaptasi. Ia dulu memiliki orang tua dan pengasuh untuk membantu, tetapi di Brasil dia sebagian besar melakukannya sendirian, sambil mengkhawatirkan masa depannya, dan masa depan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved