NAAS, Partai Oposisi yang Ingin Bebaskan Arab Saudi dari Dinasti al-Saud

Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:49 WIB
loading...
A A A
"Itu sebabnya kami mengumumkan partai kami dan deklarasi prinsip kami, mengetahui bahwa rezim juga akan menargetkan kami di luar negeri dan meneror keluarga kami di dalam negeri. Tetapi kami, sebagai bagian dari komunitas Saudi yang lebih besar di pengasingan, bersumpah untuk melakukan segala daya kami untuk mencegah negara itu tergelincir ke dalam kerusuhan dan kekerasan sambil memicu lebih banyak perang regional," lanjut mereka.

"Kami percaya bahwa stabilitas hanya dapat dicapai melalui demokrasi dan supremasi hukum. Kami ingin mengamankan keadilan bagi setiap orang, tanpa diskriminasi, untuk memastikan kesetaraan di antara warga negara—dan untuk membentuk peradilan yang independen dan adil yang mengacu pada konstitusi konsensus publik."

"Partai kami terdiri dari kelompok yang beragam dari berbagai daerah, suku, sekte dan aliran intelektual. Tujuan partai NAAS adalah untuk mewakili rakyat Saudi, dan kami membuka tangan kami untuk semua warga Saudi, termasuk para pemimpin bisnis dan anggota keluarga kerajaan, untuk bekerja sama menyelamatkan masyarakat Saudi dari ambang kehancuran," imbuh dua tokoh NAAS tersebut.

NAAS tidak mengharapkan demokrasi berbenturan dengan tradisi Islam Arab Saudi. Menurut partai tersebut, banyak negara Muslim telah berhasil bertransisi menuju demokrasi. Bahkan, NAAS menganggap komunitas agama sebagai bagian dari masyarakat sipil yang kuat.

"Yang paling mendesak di Arab Saudi adalah untuk membebaskan agama dari cengkeraman negara—selalu digunakan oleh rezim dalam kebijakan dalam dan luar negeri sebagai payung yang dikirim Tuhan untuk menutupi pelanggaran terburuk hak asasi manusia, dan untuk membenarkan kekerasan yang disponsori negara dan pelanggaran," tulis Madawi al-Rasheed dan Abdullah al-Ouda.

Dengan perebutan kekuasaan kerajaan yang membayangi di dalam House of Saud setelah meninggalnya Raja Salman kelak, NAAS ingin melindungi masyarakat Saudi dari ketidakstabilan dan kerusuhan politik. "Karena MBS belum menjadi raja dan menerima sumpah setia dari sekelompok bangsawan yang terpinggirkan dan dipermalukan—sehingga menghancurkan mitos tentang konsensus kerajaan—partai kami memiliki satu jawaban yang jelas untuk menghindari potensi krisis kepemimpinan: rakyat," imbuh al-Rasheed dan al-Ouda.

NAAS membahas kekosongan kekuasaan di masyarakat di bawah MBS. Dunia telah menyaksikan dengan ngeri ekses-eksesnya tetapi gagal untuk memberikan tanggapan yang tepat. Bahkan agresi Saudi di Yaman masih jauh dari terhenti karena pelindung utama rezim, Amerika Serikat dan Inggris, memilih untuk tidak menekannya untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan warga Yaman dan menghancurkan negara yang sudah miskin ini, menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Berita Terkini
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved