Militer Myanmar Dituduh Kerahkan Helikopter untuk Serang Warga Sipil

Kamis, 02 Desember 2021 - 03:58 WIB
loading...
A A A
Warga Depayin dilaporkan terpaksa berlindung di hutan dan desa-desa lain. Sebuah laporan oleh outlet berita lokal Irrawaddy mengutip “kelompok perlawanan” yang mengatakan bahwa jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka mencapai 30.000 orang. Tidak mungkin untuk memverifikasi angka secara independen.

“Serangan junta di Depayin mungkin merupakan kejahatan perang dan konsisten dengan serangan terhadap penduduk sipil yang kita lihat di seluruh negeri,” kata Patrick Phongsathorn, seorang advokat hak asasi manusia untuk Fortify Rights, yang menyerukan embargo senjata internasional.

Baca: Negosiasi Mantan Diplomat Berhasil Bebaskan Wartawan AS dari Penjara Myanmar

“Fakta bahwa Tatmadaw [militer Myanmar] menggunakan helikopter, jet tempur, dan senjata berat melawan warga sipil Bamar menunjukkan betapa luasnya perlawanan terhadap kudeta dan jarak yang tidak pandang bulu dan ilegal yang akan dilakukan junta untuk tetap tinggal. berkuasa,” lanjut Phongsathorn.

Serangan udara dilanjutkan tahun ini untuk pertama kalinya dalam 25 tahun di negara bagian Kayin, di tengah meningkatnya ketegangan antara militer dan Tentara Pembebasan Nasional Karen, yang menentang pengambilalihan militer.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Masalah Klasik Lagi,...
Masalah Klasik Lagi, Justin Hubner Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
BTS Pecahkan Rekor Spotify,...
BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved