Belarusia Siap Dukung Rusia Jika Terjadi Serangan dari Ukraina
Rabu, 01 Desember 2021 - 14:21 WIB
loading...
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Foto/REUTERS
A
A
A
MINSK - Jika Rusia menghadapi serangan dari Ukraina, Belarusia akan mendukung Moskow. Pernyataan itu ditegaskan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dalam wawancara dengan RIA Novosti.
“Jika Rusia menghadapi agresi dari Ukraina, kami akan bekerja sama erat secara ekonomi, hukum, politik dengan Rusia. Ini adalah hal utama,” ungkap Lukashenko.
Dia menekankan tidak akan pernah berpihak pada “nasionalis mabuk” yang terjadi di Ukraina hari ini.
Baca juga: Putin: Rusia Segera Punya Rudal Hipersonik Baru Berkecepatan 9 Mach
“Saya akan melakukan segalanya untuk menjadikan Ukraina milik kami. Ini adalah Ukraina kami, orang-orang kami di sana. Ini bukan emosi, ini adalah keyakinan saya yang teguh,” tegas kepala negara Belarusia itu.
Baca juga: Ketegangan Meningkat, Peralatan Militer NATO Dipindahkan ke Perbatasan Rusia
Dia sebelumnya mengumumkan rencananya mengunjungi Krimea, dengan mengatakan perjalanannya akan berarti pengakuan Minsk sebagai bagian dari Rusia.
Baca juga: AS Akui Berlomba dengan China Bangun Senjata Hipersonik Paling Mematikan
Pada Selasa (30/11/2021), presiden Belarusia itu mengatakan kepada Sputnik bahwa Minks akan menyarankan agar Moskow mengerahkan senjata nuklir di Belarusia jika sistem NATO serupa muncul di Polandia.
Usulan itu disuarakan tak lama setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi mungkin akan memindahkan senjata nuklir ke negara-negara Eropa timur jika Jerman menolak menampungnya.
Komentar pemimpin Belarusia itu muncul di tengah ketegangan yang memanas antara Rusia, di satu sisi, melawan Ukraina dan NATO, di sisi lain.
Selama beberapa pekan terakhir, NATO dan Kiev menuduh Rusia bersiap menyerang Ukraina, sesuatu yang secara konsisten dibantah Moskow sebagai hal yang tidak masuk akal.
Sebelumnya, Lukashenko mengatakan hubungan politik Belarusia-Ukraina berada pada titik terendah.
Ukraina adalah salah satu negara yang Belarusia, bersama dengan negara-negara Barat, dituduh mencampuri urusan dalam negerinya.
Hubungan antara Kiev dan Minsk memburuk ketika Kementerian Luar Negeri Ukraina, setelah pelantikan Lukashenko, mengumumkan mereka tidak menganggapnya sebagai presiden yang sah.
“Jika Rusia menghadapi agresi dari Ukraina, kami akan bekerja sama erat secara ekonomi, hukum, politik dengan Rusia. Ini adalah hal utama,” ungkap Lukashenko.
Dia menekankan tidak akan pernah berpihak pada “nasionalis mabuk” yang terjadi di Ukraina hari ini.
Baca juga: Putin: Rusia Segera Punya Rudal Hipersonik Baru Berkecepatan 9 Mach
“Saya akan melakukan segalanya untuk menjadikan Ukraina milik kami. Ini adalah Ukraina kami, orang-orang kami di sana. Ini bukan emosi, ini adalah keyakinan saya yang teguh,” tegas kepala negara Belarusia itu.
Baca juga: Ketegangan Meningkat, Peralatan Militer NATO Dipindahkan ke Perbatasan Rusia
Dia sebelumnya mengumumkan rencananya mengunjungi Krimea, dengan mengatakan perjalanannya akan berarti pengakuan Minsk sebagai bagian dari Rusia.
Baca juga: AS Akui Berlomba dengan China Bangun Senjata Hipersonik Paling Mematikan
Pada Selasa (30/11/2021), presiden Belarusia itu mengatakan kepada Sputnik bahwa Minks akan menyarankan agar Moskow mengerahkan senjata nuklir di Belarusia jika sistem NATO serupa muncul di Polandia.
Usulan itu disuarakan tak lama setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi mungkin akan memindahkan senjata nuklir ke negara-negara Eropa timur jika Jerman menolak menampungnya.
Komentar pemimpin Belarusia itu muncul di tengah ketegangan yang memanas antara Rusia, di satu sisi, melawan Ukraina dan NATO, di sisi lain.
Selama beberapa pekan terakhir, NATO dan Kiev menuduh Rusia bersiap menyerang Ukraina, sesuatu yang secara konsisten dibantah Moskow sebagai hal yang tidak masuk akal.
Sebelumnya, Lukashenko mengatakan hubungan politik Belarusia-Ukraina berada pada titik terendah.
Ukraina adalah salah satu negara yang Belarusia, bersama dengan negara-negara Barat, dituduh mencampuri urusan dalam negerinya.
Hubungan antara Kiev dan Minsk memburuk ketika Kementerian Luar Negeri Ukraina, setelah pelantikan Lukashenko, mengumumkan mereka tidak menganggapnya sebagai presiden yang sah.
(sya)
Lihat Juga :