Taliban Bantah Bantai Lebih dari 100 Mantan Pasukan Afghanistan

Rabu, 01 Desember 2021 - 00:40 WIB
loading...
Taliban Bantah Bantai...
Taliban bantah telah membantai lebih dari 100 mantan pasukan Afghanistan. Foto/Ilustrasi
A A A
KABUL - Taliban membantah tuduhan yang dibuat dalam laporan terbaru Human Rights Watch (HRW) tentang keterlibatan mereka dalam kematian dan penghilangan paksa lebih dari 100 mantan pasukan Afghanistan . Hal itu diungkapkan anggota Komisi Kebudayaan Taliban, Bilal Karimi.

Sebelumnya HRW menerbitkan sebuah laporan tentang pembunuhan balas dendam di Afghanistan setelah runtuhnya pemerintah Afghanistan yang didukung Amerika Serikat (AS) pada bulan Agustus lalu. Menurut temuan HRW, Taliban telah mengeksekusi atau menghilangkan secara paksa lebih dari 100 mantan polisi dan perwira intelijen hanya di empat provinsi selama beberapa bulan terakhir meskipun telah mengumumkan amnesti.

Baca juga: HRW Sebut Taliban Bantai Lebih dari 100 Eks Anggota Pasukan Afghanistan

"Saya sangat menolak laporan ini. Tidak ada seorang pun yang dibunuh oleh Mujahidin Imarah Islam atas nama menjadi tentara di pemerintahan sebelumnya, atau bekerja di bidang lain. Mereka tidak dirugikan," kata Karimi seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (1/12/2021).

Dikatakan oleh Karimi bahwa pasukan Taliban tidak diperbolehkan untuk menyakiti mantan pejabat, dan jika insiden seperti itu terjadi, mereka disebabkan oleh permusuhan pribadi dan tidak disetujui oleh pihak berwenang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Berita Terkini
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved