Wanita Ini Dilarang TikTok Secara Permanen karena Payudara Kelewat Besar

Senin, 29 November 2021 - 09:03 WIB
loading...
Wanita Ini Dilarang...
Shirley Flynn, wanita Inggris yang dilarang permanen oleh TikTok karena mem-posting video dirinya yang menunjukkan belahan payudara kelewat besar. Foto/SWNS/Mega
A A A
LONDON - Seorang wanita Inggris mengaku telah ditolak enam kali dengan yang terakhir secara permanen oleh TikTok . Musababnya, dia mem-posting video yang mengungkapkan klaim bahwa diirinya didiskriminasi karena memiliki payudara yang kelewat besar.

Shirley Flynn (40) mengatakan dia membuat akun "Busty Malone" untuk mem-posting video positif tubuh untuk wanita berukuran plus.

Akunnya berisi foto dan videonya yang menunjukkan belahan dada yang besar.

Baca juga: Horor! Tubuh Tanpa Kepala Jatuh dari Mobil Pria Kanibal

Tapi aktivitasnya itu dilarang secara permanen dalam beberapa minggu karena diduga melanggar pedoman komunitas. Sebelumnya, dia telah dilarang lima kali lagi sejak September 2020.

Flynn, seorang pekerja layanan pelanggan, mengeklaim bahwa dia didiskriminasi atas "aset"-nya yang besar karena wanita berpayudara lebih kecil mem-posting konten serupa tanpa larangan.

Shirley, asal Birmingham, mengatakan: “Ini diskriminasi."

“Mereka melarang saya karena saya memiliki payudara yang sangat besar," ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Senin (29/11/2021).

“Video saya tidak telanjang atau pornografi," katanya lagi.

“Saya tidak bertelanjang dada dan saya tidak melakukan hal seksual atau menyentuh diri sendiri atau semacamnya," paparnya.

“Jika saya berukuran delapan, atau cup B atau C, mereka tidak akan pernah mengeluh tentang saya."

“Ada banyak wanita yang lebih kecil yang menunjukkan sebanyak yang saya lakukan," imbuh dia. “Tidak adil mereka memperlakukan saya seperti ini."

“Saya merasa diserang dan menjadi korban, dan sangat marah dan tersinggung," paparnya.

“Saya tidak akan mem-posting konten seksual atau telanjang karena anak muda menggunakan TikTok," katanya.

“Ada banyak orang dengan payudara lebih kecil mem-posting konten seperti milik saya dan itu tidak dihapus. Saya akan mundur jika saya salah, tetapi (ini) tidak."

“Tentu ada banyak pertunjukan, tetapi penting untuk memeluk tubuh Anda tanpa rasa malu, dan saya tidak merasa malu dengan konten saya: ini menyenangkan dan legal," ujarnya.

Shirley mengatakan payudaranya alami, dan dia harus memakai dua bra untuk mendapatkan dukungan yang memadai.

Dia mulai mem-posting secara online pada Juli 2020 dan mengatakan dia ingin membuat dirinya dan wanita "berlekuk" lainnya lebih percaya diri.

Tapi video pertamanya memicu pesan dari admin platform TikTok yang mengeklaim itu menunjukkan ketelanjangan dan terlalu seksual.

Dalam waktu enam minggu, akunnya dinonaktifkan dan hal yang sama terjadi lima kali, paling baru awal bulan ini.

Dia mengatakan setiap kali dia mendapat 24, kemudian larangan 48 jam, yang dibatalkan dalam banding, sebelum dia dilarang secara permanen.

Dia mengatakan ini terjadi setelah sekitar tiga bulan, atau ketika dia mendapatkan 8.000 pengikut.

Baca juga: Kepala Nuklir Iran: Israel Harus Ngaca Dulu sebelum Ancam Serang Teheran

Shirley mengatakan dia telah mengirim lebih dari 50 pesan ke platform yang meminta mereka untuk memberikan alasan sosal pembenaran penonaktifan akunnya, tetapi mengeklaim bahwa mereka tidak pernah merespons.

"Pada dasarnya ini adalah payudara," katanya.

“Saya merasa diintimidasi dan dilecehkan. Saya dilahirkan dengan cara ini dan ini wajar. Semua ini memengaruhi rasa harga diri saya," katanya.

“Jika saya masih remaja, ini akan membuat saya sangat sedih sehingga saya merasa harus mengubah tubuh saya atau menjalani operasi," ujarnya.

“Saya hanya ingin diperlakukan dengan adil.”

Pihak TikTok belum menanggapi permintaan komentar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Ini Batas Normal Kadar...
Ini Batas Normal Kadar Asam Urat pada Pria dan Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved