Israel Tunda Pembangunan Proyek Permukiman di Yerusalem Timur
Sabtu, 27 November 2021 - 17:30 WIB
loading...
Permukiman ilegal Israel di Yerusalem. FOTO/Reuters
A
A
A
YERUSALEM - Otoritas Israel dilaporkan menunda rencana kontroversial untuk memajukan proyek perumahan di Yerusalem timur . Kebijakan penundaan ini diambil di tengah tekanan dan penolakan yang dilontarkan oleh Amerika Serikat (AS).
Seperti dilaporkan i24NewsTV, Sabtu (26/11/2021), yang mengutip The Times of Israel, seorang pejabat senior Israel mengatakan rencana itu dihapus dari agenda pertemuan Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Yerusalem pada 6 Desember mendatang.
Baca: Israel Bangun 17.000 Unit Rumah Yahudi di Yerusalem, Kucilkan Palestina
Proyek tersebut, yang mendapat izin dari pemerintah kota Yerusalem pada hari Rabu, akan melihat pembangunan 9.000 unit rumah - yang ditujukan untuk orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks - di komunitas Atarot di bandara yang ditinggalkan. Sebagai bagian dari Yerusalem yang diperluas pasca 1967, daerah tersebut terletak di luar Garis Hijau.
Komunitas internasional serta Otoritas Palestina mengutuk proposal Atarot, mengklaim bahwa itu akan memperkuat kehadiran Israel di daerah yang dimaksudkan untuk menjadi ibu kota masa depan negara Palestina.
Seperti dilaporkan i24NewsTV, Sabtu (26/11/2021), yang mengutip The Times of Israel, seorang pejabat senior Israel mengatakan rencana itu dihapus dari agenda pertemuan Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Yerusalem pada 6 Desember mendatang.
Baca: Israel Bangun 17.000 Unit Rumah Yahudi di Yerusalem, Kucilkan Palestina
Proyek tersebut, yang mendapat izin dari pemerintah kota Yerusalem pada hari Rabu, akan melihat pembangunan 9.000 unit rumah - yang ditujukan untuk orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks - di komunitas Atarot di bandara yang ditinggalkan. Sebagai bagian dari Yerusalem yang diperluas pasca 1967, daerah tersebut terletak di luar Garis Hijau.
Komunitas internasional serta Otoritas Palestina mengutuk proposal Atarot, mengklaim bahwa itu akan memperkuat kehadiran Israel di daerah yang dimaksudkan untuk menjadi ibu kota masa depan negara Palestina.
Lihat Juga :