Kremlin Sangkal Tuduhan Keterlibatan Rusia dalam Sindrom Havana
Jum'at, 26 November 2021 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurut The Washington Post, Burns mengatakan kepada para pejabat Rusia bahwa menimbulkan kerusakan otak yang serius pada orang Amerika berada di luar cakupan apa yang diizinkan untuk "dinas intelijen profesional." Namun, dia tidak secara langsung menuduh Rusia terlibat.
Baca juga: Kepala CIA Peringatkan Rusia Soal Konsekuensi Keterlibatan di Sindrom Havana
Sindrom Havana adalah penyakit yang tidak dapat dijelaskan, yang telah dilaporkan oleh beberapa pejabat pemerintah AS dan personel militer yang ditempatkan di luar negeri. Gejalanya termasuk mendengar suara keras, nyeri di telinga, dan kesulitan kognitif.
Diplomat AS pertama kali didiagnosis dengan Sindrom Havana di Kuba pada 2016 dan kemudian di China pada 2018. Para diplomat mengatakan mereka mengalami suara menusuk yang menyebabkan efek kesehatan jangka panjang. Diplomat AS di Rusia, Tajikistan, Austria dan di beberapa negara Afrika juga melaporkan mengalami gejala Sindrom Havana, termasuk mual dan pusing.
Baca juga: Bukan Senjata Rahasia, AS Sebut Jangkrik Penyebab Sindrom Havana
Baca juga: Kepala CIA Peringatkan Rusia Soal Konsekuensi Keterlibatan di Sindrom Havana
Sindrom Havana adalah penyakit yang tidak dapat dijelaskan, yang telah dilaporkan oleh beberapa pejabat pemerintah AS dan personel militer yang ditempatkan di luar negeri. Gejalanya termasuk mendengar suara keras, nyeri di telinga, dan kesulitan kognitif.
Diplomat AS pertama kali didiagnosis dengan Sindrom Havana di Kuba pada 2016 dan kemudian di China pada 2018. Para diplomat mengatakan mereka mengalami suara menusuk yang menyebabkan efek kesehatan jangka panjang. Diplomat AS di Rusia, Tajikistan, Austria dan di beberapa negara Afrika juga melaporkan mengalami gejala Sindrom Havana, termasuk mual dan pusing.
Baca juga: Bukan Senjata Rahasia, AS Sebut Jangkrik Penyebab Sindrom Havana
(ian)
Lihat Juga :