Kapal Mata-mata China Nongol di Lepas Pantai, Australia Nyalakan Tanda Bahaya

Jum'at, 26 November 2021 - 14:48 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Bos Media China: Australia Lebih Baik Bersiap Dikorbankan AS dan Taiwan

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengkonfirmasi jangka waktu itu, mengatakan kepada media bahwa kapal itu tetap berada di luar perairan Australia dan tidak melanggar hukum. Bagaimanapun ia menambahkan bahwa pengerahan itu “mengkhawatirkan,” dan mengatakan itu bertentangan dengan retorika Beijing tentang mempromosikan perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik.

Komentar tingkat tinggi tentang kapal mata-mata itu muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara China dan Australia, dengan Canberra sekarang dilaporkan mempertimbangkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing - meskipun para pejabat dikatakan menunggu keputusan Washington sebelum membuat keputusan sendiri.

Diskusi tentang potensi boikot dipicu oleh kritik atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh China terhadap minoritas Muslim Uighur. Selain kontroversi Olimpiade, ketegangan lain antara Australia dan China telah didorong oleh sengketa perdagangan yang telah berlangsung lama, yang membuat China melarang impor batu bara Australia.

Baca juga: Australia Sebut Mustahil Tak Gabung AS Bela Taiwan dari Serangan China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved