Israel Bangun 17.000 Unit Rumah Yahudi di Yerusalem, Kucilkan Palestina

Jum'at, 26 November 2021 - 11:37 WIB
loading...
Israel Bangun 17.000...
Konstruksi permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Pejabat Palestina mengatakan pihak berwenang Israel sedang bekerja membangun lebih dari 17.000 unit rumah baru Yahudi di berbagai bagian Yerusalem. Kabar itu dilaporkan Anadolu News Agency.

Dalam pernyataan pada Kamis (25/11/2021), Menteri Urusan Yerusalem Palestina Fadi Al-Hadmi menggambarkan rencana permukiman Israel itu sebagai "tsunami gila."

Dia mengatakan percepatan pembangunan permukiman melalui serangkaian proyek menghilangkan "kemungkinan solusi dua negara."

Baca juga: Pangeran Arab Saudi yang Dipenjara, Ada yang Hilang hingga Sekarang

“Pemerintah Israel sedang berkembang menuju pelaksanaan serangkaian proyek permukiman besar di utara, selatan dan timur kota, dengan tujuan mengisolasi atau mengucilkan sepenuhnya dari lingkungan Palestina di Tepi Barat,” ungkap Al-Hadmi.

Baca juga: Ratusan Imam Dipecat di Arab Saudi, Dianggap Gagal Peringatkan Terorisme

Menteri Palestina itu mengatakan proyek tersebut termasuk rencana membangun 10.000 unit rumah di tanah Bandara Internasional Yerusalem, di Qalandia, bagian utara kota tersebut.

“Pihak berwenang Israel juga berencana membangun 3.500 rumah di area E1 di Yerusalem timur, 1.250 rumah di pemukiman Givat Hamatos, 2.000 rumah di pemukiman French Hill dan 470 rumah di permukiman Pisgat Zeev,” papar dia.

“Sejak awal tahun ini, lebih dari 140 bangunan telah dihancurkan di Yerusalem,” ujar Al-Hadmi.

Dia mendesak masyarakat internasional, “Mengubah kata-katanya menjadi tindakan, dan bekerja untuk menghentikan permukiman, pencaplokan, pembongkaran, pemindahan dan penggusuran paksa penduduk, dan menyelamatkan solusi dua negara sebelum terlambat."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved