Iklan Sinterklas Gay Picu Kontroversi di Norwegia
Kamis, 25 November 2021 - 02:11 WIB
loading...
Iklan Sinterklas seorang gay memicu kontroveris di Norwegia. Foto/Russia Today
A
A
A
OSLO - Layanan pos Norwegia merilis iklan Natal yang menggambarkan hubungan homoseksual antara Sinterklas dan seorang pria bernama Harry. Hubungan cinta LGBT , yang berakhir dengan ciuman itu, pada akhirnya memicu kontroversi di dunia maya.
Diproduksi untuk menandai 50 tahun sejak Norwegia mendekriminalisasi homoseksualitas, iklan bertajuk 'When Harry Met Santa' menggambarkan hubungan cinta yang berkembang antara seorang pria Norwegia dan Sinterklas.
Selama beberapa tahun, Sinterklas mengunjungi Harry, dan pasangan itu saling jatuh cinta. Iklan berakhir dengan ciuman penuh gairah di antara kedua pria itu, saat Posten, layanan pos negara itu, menangani pengiriman Sinterklas untuk malam itu.
Baca juga: Kisah Pangeran Arab Saudi Diduga Homoseks, Takut Dieksekusi Mati Jika Pulang
Kelompok hak-hak gay dan pendukung LGBT menyambut positif iklan tersebut dan mengatakan: "pesan inklusi yang kuat dan menyentuh," mengutip Anggota Parlemen Kanada Randall Garrison.
Namun di sisi lain, iklan tersebut memicu kemarahan netizen.
“Tinggalkan Santa sendirian! Seksualisasi dirinya salah...apakah gay atau heteroseksual. Saya merasa iklan ini menyeramkan dan mengganggu!” tweet seorang netizen seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/11/2021).
Diproduksi untuk menandai 50 tahun sejak Norwegia mendekriminalisasi homoseksualitas, iklan bertajuk 'When Harry Met Santa' menggambarkan hubungan cinta yang berkembang antara seorang pria Norwegia dan Sinterklas.
Selama beberapa tahun, Sinterklas mengunjungi Harry, dan pasangan itu saling jatuh cinta. Iklan berakhir dengan ciuman penuh gairah di antara kedua pria itu, saat Posten, layanan pos negara itu, menangani pengiriman Sinterklas untuk malam itu.
Baca juga: Kisah Pangeran Arab Saudi Diduga Homoseks, Takut Dieksekusi Mati Jika Pulang
Kelompok hak-hak gay dan pendukung LGBT menyambut positif iklan tersebut dan mengatakan: "pesan inklusi yang kuat dan menyentuh," mengutip Anggota Parlemen Kanada Randall Garrison.
Namun di sisi lain, iklan tersebut memicu kemarahan netizen.
“Tinggalkan Santa sendirian! Seksualisasi dirinya salah...apakah gay atau heteroseksual. Saya merasa iklan ini menyeramkan dan mengganggu!” tweet seorang netizen seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (25/11/2021).
Lihat Juga :