Hadang Pemberontak, PM Ethiopia Terjun ke Garis Depan Pertempuran

Kamis, 25 November 2021 - 00:14 WIB
loading...
Hadang Pemberontak, PM Ethiopia Terjun ke Garis Depan Pertempuran
Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed terjun langsung ke garis depan pertempuran menghadapi pemberontak Tigray. Foto/Yahoo
A A A
ADDIS ABABA - Pemerintah Ethiopia mengumumkan peraih Nobel Perdamaian sekaligus Perdana Menteri (PM)negara itu, Abiy Ahmed, telah pergi ke medan perang pada Rabu (24/11/2021). Itu dilakukannya setelah mengatakan kemartiran mungkin diperlukan dalam perang selama setahun dengan kelompok pemberontak yang telah mendekati Ibu Kota.

Media pemerintah tidak menunjukkan gambar Abiy Ahmed, seorang mantan tentara berusia 45 tahun, dan juru bicaranya Billene Seyoum menolak permintaan penjelasan lebih rinci tentang lokasinya yang disebut sebagai "luar biasa."

Menurut juru bicara pemerintah Abey tiba di garis depan Selasa lalu.

"Sementara itu, wakil perdana menteri menangani operasi sehari-hari pemerintah," kata juru bicara Legesse Tulu seperti dikutip dari The Washington Post, Kamis (25/11/2021).

Puluhan ribu orang telah tewas dalam perang antara tentara federal dan sekutu Ethiopia dan pemberontak dari wilayah Tigray. Prospek pecahnya negara kuno itu telah membuat khawatir baik orang Etiopia maupun pengamat yang takut akan apa yang akan terjadi pada Tanduk Afrika yang sering bergejolak pada umumnya. Negara-negara termasuk Prancis, Jerman dan Turki telah meminta warganya untuk segera pergi.

Baca juga: Pascaserangan ke Etnis Tigray, 16 Staf PBB Ditahan di Ethiopia



Abiy dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian dua tahun lalu karena menyapu reformasi politik dan berdamai dengan negara tetangga Eritrea. Lintasannya dari memenangkan Nobel hingga sekarang berpotensi menuju pertempuran telah mengejutkan banyak orang.

Perang dimulai pada November 2020, ketika keretakan politik yang berkembang antara para pemimpin Tigray dan pemerintah Abiy pecah menjadi konflik terbuka. Abiy diam-diam mengizinkan tentara dari Eritrea untuk memasuki Tigray dan menyerang etnis Tigray, yang mengakibatkan beberapa kekejaman terburuk dalam perang. Dia menyangkal kehadiran tentara Eritrea selama berbulan-bulan.

Pemberontak Tigray mengatakan mereka ingin Abiy lengser, di antara tuntutan lainnya. Pemerintah Abiy menginginkan pasukan Tigray, yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris, untuk mundur ke wilayah mereka sebagai bagian dari persyaratan mereka.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2421 seconds (11.210#12.26)