Hadang Pemberontak, PM Ethiopia Terjun ke Garis Depan Pertempuran
Kamis, 25 November 2021 - 00:14 WIB
loading...
A
A
A
Perang dimulai pada November 2020, ketika keretakan politik yang berkembang antara para pemimpin Tigray dan pemerintah Abiy pecah menjadi konflik terbuka. Abiy diam-diam mengizinkan tentara dari Eritrea untuk memasuki Tigray dan menyerang etnis Tigray, yang mengakibatkan beberapa kekejaman terburuk dalam perang. Dia menyangkal kehadiran tentara Eritrea selama berbulan-bulan.
Pemberontak Tigray mengatakan mereka ingin Abiy lengser, di antara tuntutan lainnya. Pemerintah Abiy menginginkan pasukan Tigray, yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris, untuk mundur ke wilayah mereka sebagai bagian dari persyaratan mereka.
Baca juga: Ibu-ibu di Ethiopia Histeris Anaknya Direkrut Paksa Buat Berperang
PemberontakTigray, yang telah lama mendominasi pemerintahan nasional sebelum Abiy berkuasa, tampaknya memiliki momentum. Mereka telah mendekati Ibu Kota Addis Ababa dalam beberapa pekan terakhir dengan tujuan memperkuat posisi negosiasi mereka atau hanya memaksa perdana menteri untuk mundur.
Abey awal pekan ini mengumumkan bahwa dia akan pergi ke medan perang.
“Ini adalah saat ketika memimpin sebuah negara dengan kemartiran diperlukan,” katanya.
Abiy juga menganjak warga Etiopia untuk bergabung dengannya — seruan terbaru bagi setiap warga negara yang mampu di negara berpenduduk lebih dari 110 juta orang itu untuk berjuang.
Pemberontak Tigray mengatakan mereka ingin Abiy lengser, di antara tuntutan lainnya. Pemerintah Abiy menginginkan pasukan Tigray, yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris, untuk mundur ke wilayah mereka sebagai bagian dari persyaratan mereka.
Baca juga: Ibu-ibu di Ethiopia Histeris Anaknya Direkrut Paksa Buat Berperang
PemberontakTigray, yang telah lama mendominasi pemerintahan nasional sebelum Abiy berkuasa, tampaknya memiliki momentum. Mereka telah mendekati Ibu Kota Addis Ababa dalam beberapa pekan terakhir dengan tujuan memperkuat posisi negosiasi mereka atau hanya memaksa perdana menteri untuk mundur.
Abey awal pekan ini mengumumkan bahwa dia akan pergi ke medan perang.
“Ini adalah saat ketika memimpin sebuah negara dengan kemartiran diperlukan,” katanya.
Abiy juga menganjak warga Etiopia untuk bergabung dengannya — seruan terbaru bagi setiap warga negara yang mampu di negara berpenduduk lebih dari 110 juta orang itu untuk berjuang.
Lihat Juga :