Kepala IAEA Mengaku Lakukan Pembicaraan Konstruktif dengan Pejabat Nuklir Iran
Rabu, 24 November 2021 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
“Mandat IAEA adalah mandat non-proliferasi, bukan mandat perlucutan senjata,” katanya. Ia menganggap AS bertanggung jawab atas pelanggaran perjanjian nuklirnya berada di luar yurisdiksi badan tersebut.
“Lembaga tersebut tidak memiliki atau tidak memiliki kompetensi dalam hal keputusan politik suatu negara untuk tetap atau menarik diri dari perjanjian tersebut,” katanya.
“Jadi, dalam hal itu, yang terus kami lakukan adalah memverifikasi kepatuhan atau kekurangannya terhadap ketentuan aspek nuklir JCPOA dan ini yang terus kami lakukan,” tambahnya, merujuk pada kesepakatan nuklir Iran alias JCPOA.
“IAEA tidak bisa menjadi pihak yang menyelesaikan masalah sanksi. Ini adalah masalah politik yang perlu diselesaikan antara Amerika Serikat dan Iran, dan saya berharap mereka dapat melakukannya,” tambahnya.
“Lembaga tersebut tidak memiliki atau tidak memiliki kompetensi dalam hal keputusan politik suatu negara untuk tetap atau menarik diri dari perjanjian tersebut,” katanya.
“Jadi, dalam hal itu, yang terus kami lakukan adalah memverifikasi kepatuhan atau kekurangannya terhadap ketentuan aspek nuklir JCPOA dan ini yang terus kami lakukan,” tambahnya, merujuk pada kesepakatan nuklir Iran alias JCPOA.
“IAEA tidak bisa menjadi pihak yang menyelesaikan masalah sanksi. Ini adalah masalah politik yang perlu diselesaikan antara Amerika Serikat dan Iran, dan saya berharap mereka dapat melakukannya,” tambahnya.
(esn)
Lihat Juga :