Ketegangan Memanas, 10 Pesawat AS Latihan Mengebom Nuklir Rusia

Rabu, 24 November 2021 - 00:00 WIB
loading...
Ketegangan Memanas,...
Pesawat pengebom B-1B Amerika Serikat yang mampu menjatuhkan bom nuklir. Sudah 10 pesawat pengebom AS berlatih mengebom nuklir Rusia sepanjang bulan ini. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Moskow mencatat 10 pesawat pengebom strategis Amerika Serikat (AS) telah berlatih untuk menjatuhkan bom nuklir dengan target Rusia sepanjang bulan ini. Manuver itu berlangsung di seluruh wilayah Eropa timur di saat ketegangan kedua negara semakin memanas.

Menteri Pertahanan Sergey Shoigu pada Selasa (23/11/2021) mengatakan penerbangan 10 pesawat pengebom strategis itu sebagai latihan yang dirancang untuk menyelidiki kesiapan Rusia jika benar-benar terjadi perang nuklir.

Baca juga: NATO Ingin Kerahkan Bom Nuklir AS ke Eropa Timur, Rusia Terkejut

Berbicara setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe di Moskow, Shoigu mengatakan bahwa telah terjadi intensifikasi aktivitas yang signifikan dari penerbangan pesawat-pesawat pengebom strategis AS di dekat perbatasan Rusia.

"Selama sebulan terakhir, sekitar 30 misi telah diterbangkan di dekat perbatasan federasi Rusia, sekitar dua setengah kali lebih banyak dari pada periode waktu yang sama tahun lalu," katanya, seperti dikutip Russia Today.

Shoigu menambahkan bahwa latihan Amerika baru-baru ini menggunakan nama kode Global Thunder. "Memperlihatkan sepuluh pesawat pengebom strategis mempraktikkan kemampuan mereka untuk menggunakan senjata nuklir melawan Rusia pada waktu yang hampir bersamaan dari barat dan timur. Jarak minimum dari perbatasan kami adalah 20 km," paparnya.

Pada saat yang sama,militer Rusia mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dan Beijing menjadi semakin penting selama saat turbulensi geopolitik dan risiko konflik meningkat.

Komentar Shoigu datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dengan NATO—aliansi militer pimpinan AS—atas Ukraina, di mana Kiev mengeklaim bahwa penumpukan pasukan Rusia di perbatasan bersama bisa menjadi awal dari invasi.

Moskow menyangkal bahwa pihaknya merencanakan invasi semacam itu. "Pergerakan beberapa peralatan militer atau unit tentara kami di seluruh wilayah Federasi Rusia adalah urusan kami secara eksklusif," kata Shoigu.

Pada hari Senin, badan intelijen asing terkemuka negara itu, SVR, mengeluarkan pernyataan yang menuduh AS mengatur kampanye disinformasi yang memainkan risiko konflik.

Baca juga: Model Cantik Ini Nikahi Dirinya Sendiri lalu Cerai setelah Naksir Orang

Dalam sebuah pernyataan, para pejabat SVR mengatakan bahwa kampanye AS melukiskan gambaran mengerikan tentang bagaimana gerombolan tank Rusia akan mulai menghancurkan kota-kota Ukraina, dan bahwa Washington menggunakan saluran diplomatik untuk berbagi dengan sekutu dan mitranya informasi yang benar-benar salah tentang konsentrasi pasukan
di wilayah Rusia sebelum invasi militer ke Ukraina.

Baik Rusia dan NATO saling menuduh telah meningkatkan penerbangan pesawat tempur di dekat perbatasan, dan tahun lalu Moskow mengecam langkah provokatif dari Washington karena mengirim pesawat pengebom nuklir B-1B Amerika ke wilayah udara Ukraina untuk pertama kalinya dalam sejarah. Jet tempur Rusia dan roket anti-udara dikerahkan sebagai tanggapan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved