Ingin Ikuti Kesuksesan Taliban, Milisi Irak Berniat Usir Pasukan AS

Selasa, 23 November 2021 - 17:24 WIB
loading...
Ingin Ikuti Kesuksesan...
Milis Irak bersumpah akan mengusir pasukan AS pada akhir tahun ini. Foto/Ilustrasi
A A A
BAGHDAD - Kelompok paramiliter Irak bersumpah untuk melaksanakan batas waktu akhir tahun untuk penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara mereka. Mereka ingin mengikuti kesuksesan Taliban yang berhasil mengusir AS dari Afghanistan.

Pada awalnya, kehadiran pasukan AS di Irak adalah untuk menghadapi ISIS. Namun setelah ISIS berhasil di berangus, kehadiran sisa-sisa pasukan AS telah menimbulkan perpecahan di Irak yang telah tertahan selama bertahun-tahun setelah pemerintah Baghdad menyatakan kemenangan atas kelompok ekstrimis itu.

Pada hari Jumat lalu, atau hanya empat bulan setelah Presiden AS Joe Biden berjanji menarik pasukan tempur dari Irak sebelum akhir tahun , sebuah blok milisi yang disebut Komisi Koordinasi Perlawanan Irak mengeluarkan peringatan.

Baca juga: Setelah Afghanistan, Pasukan Tempur AS Akan Tinggalkan Irak

Lewat sebuah pesan, mereka mengomentari pengaturan penarikan pasukan yang akan dilakukan Biden dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi. Mereka menyatakan tidak percaya pada keseriusan pendudukan dan komitmennya.

Namun, pesan itu mengatakan kelompok-kelompok itu berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada negosiator Irak untuk mengusir pendudukan Amerika dari tanah murni mereka melalui cara-cara diplomatik.

Namun dalam lebih dari tiga bulan sejak dialog strategis Washington dan Baghdad berlangsung pada Juli, komisi itu mengatakan belum melihat manifestasi penarikan, meskipun hanya 42 hari memisahkan kami dari 31/12/2021 atau batas akhir penarikan pasukan AS seperti yang dijanjikan oleh Biden.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved