Setelah Afghanistan, Pasukan Tempur AS Akan Tinggalkan Irak
Selasa, 27 Juli 2021 - 19:09 WIB
loading...
Setelah Afghanistan, pasukan AS juga akan meninggalkan Irak pada akhir tahun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Joe Biden akan mengakhiri misi tempurpasukan Amerika Serikat (AS) di Irak pada akhir tahun ini. Meski begitu, mereka akan terus melatih dan memberi nasihat kepada militer Irak.
Pengumuman itu muncul setelah Biden mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa al-Kadhimi di Gedung Putih.
Saat ini ada 2.500 tentara AS di Irak membantu pasukan lokal melawan sisa-sisa kelompok ISIS. Jumlah pasukan AS kemungkinan akan tetap sama tetapi langkah itu dilihat sebagai upaya untuk membantu PM Irak.
Bagi Presiden AS, pengumuman itu menandai berakhirnya perang lain yang dimulai di bawah mantan Presiden George W Bush. Tahun ini dia mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Afghanistan .
Baca juga: Biden akan Teken Perjanjian Akhiri Misi Tempur AS di Irak
"Kerja sama kontra-terorisme kami akan berlanjut bahkan saat kami beralih ke fase baru ini," kata Biden kepada mitranya dari Irak di Gedung Putih.
"Hari ini hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kerja sama kami adalah untuk ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya dan banyak lagi," jawab Kadhimi seperti dikutip dari BBC, Selasa (27/7/2021).
Pengumuman itu muncul setelah Biden mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa al-Kadhimi di Gedung Putih.
Saat ini ada 2.500 tentara AS di Irak membantu pasukan lokal melawan sisa-sisa kelompok ISIS. Jumlah pasukan AS kemungkinan akan tetap sama tetapi langkah itu dilihat sebagai upaya untuk membantu PM Irak.
Bagi Presiden AS, pengumuman itu menandai berakhirnya perang lain yang dimulai di bawah mantan Presiden George W Bush. Tahun ini dia mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Afghanistan .
Baca juga: Biden akan Teken Perjanjian Akhiri Misi Tempur AS di Irak
"Kerja sama kontra-terorisme kami akan berlanjut bahkan saat kami beralih ke fase baru ini," kata Biden kepada mitranya dari Irak di Gedung Putih.
"Hari ini hubungan kami lebih kuat dari sebelumnya. Kerja sama kami adalah untuk ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya dan banyak lagi," jawab Kadhimi seperti dikutip dari BBC, Selasa (27/7/2021).
Lihat Juga :