Ukraina dan Uni Eropa Sedang Menghadapi Tantangan Serius dari Timur
Minggu, 21 November 2021 - 22:30 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ukraina tengah merayakan Hari Martabat dan Kebebasan pada Minggu (21/11/2021). Hari untuk mengingat dan menghormati semua pahlawan Ukraina, setiap orang, baik militer maupun warga sipil.
Sayangnya, menurut Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin saat ini Ukraina dan Uni Eropa sedang menghadapi tantangan serius dari Timur. Tantangan ini merupakan ancaman militer secara terbuka atau ancaman hibrida yang disamarkan.
Baca: AS Kirim Kapal Patroli ke Laut Hitam untuk Perkuat AL Ukraina
“Moskow masih menggunakan manusia sebagai alat untuk meraih tujuan geopolitiknya yang kotor. Sama seperti kenaikan harga gas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan situasi pasar, itu juga sudah jelas bagian dari geopolitik. Kita harus menentang provokasi-provokasi tersebut dan membangun sistem pertahanan yang kuat untuk menghadapi tantangan seperti itu,” papar Hamianin seperti tertuang dalam rilis yang diterima Sindonews.
Menurutnya, gerakan militer Rusia, krisis energi di Eropa, penyalahgunaan para migran sebagai senjata di perbatasan Polandia dan Lituania dengan Belarus, dan lonjakan disinformasi dari Rusia harus dinilai sebagai bagian dari rangkaian perang hibrida Rusia untuk melawan komunitas Euro-Atlantik.
Sayangnya, menurut Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin saat ini Ukraina dan Uni Eropa sedang menghadapi tantangan serius dari Timur. Tantangan ini merupakan ancaman militer secara terbuka atau ancaman hibrida yang disamarkan.
Baca: AS Kirim Kapal Patroli ke Laut Hitam untuk Perkuat AL Ukraina
“Moskow masih menggunakan manusia sebagai alat untuk meraih tujuan geopolitiknya yang kotor. Sama seperti kenaikan harga gas yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan situasi pasar, itu juga sudah jelas bagian dari geopolitik. Kita harus menentang provokasi-provokasi tersebut dan membangun sistem pertahanan yang kuat untuk menghadapi tantangan seperti itu,” papar Hamianin seperti tertuang dalam rilis yang diterima Sindonews.
Menurutnya, gerakan militer Rusia, krisis energi di Eropa, penyalahgunaan para migran sebagai senjata di perbatasan Polandia dan Lituania dengan Belarus, dan lonjakan disinformasi dari Rusia harus dinilai sebagai bagian dari rangkaian perang hibrida Rusia untuk melawan komunitas Euro-Atlantik.
Lihat Juga :